Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Al Muhajirin Tayuban, Diwarnai Kisah Misteri saat Masjid Pindah Tempat Secara Ajaib

Konon, lokasi masjid berpindah beberapa kali secara ajaib sebelum menempati lokasi saat ini.

TRIBUNJOGJA.COM - Konon, lokasi masjid berpindah beberapa kali secara ajaib sebelum menempati lokasi saat ini. Itulah sekelumit kisah yang mengiringi Masjid Al Muhajirin.

Bukan tanpa alasan masjid yang terletak di Pedukuhan Gentan, Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo ini menyandang nama Al Muhajirin maupun sebutan masjid tiban.

Konon, lokasi masjid berpindah beberapa kali secara ajaib sebelum menempati lokasi saat ini.

Muhajirin jika diartikan secara bebas dari bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia memiliki makna orang yang hijrah atau berpindah, mengikuti asal usulnya terkait peristiwa perpindahan umat Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Sedangkan masjid tiban jika diartikan memiliki makna sebagai masjid yang tiba-tiba saja muncul.

Sesuai namanya, Masjid Al Muhajirin disejarahkan pernah berpindah-pindah lokasi dan bahkan pernah berpindah dalam waktu sekejap dengan cara yang misterius tanpa seorang pun tahu.

Hal itu dikisahkan oleh sesepuh Al Muhajirin, Abikusna bin Isbakir yang juga keturunan generasi ke-9 dari pendiri masjid, Kyai Idzni Barrin.

Dari kisah lisan yang diceritakan para pendahulu kepadanya, masjid itu mulanya didirikan pada 1775 di wilayah Blubuk, Kecamatan Pengasih.

Pada suatu waktu, masjid tiba-tiba berpindah ke wilayah Sukopenganti, Pedukuhan Tayuban I.

Lokasi baru saat itu masih berupa kawasan rawa dan rentan diserang penjajah kolonial yang berkuasa di nusantara.

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help