Home »

Jawa

Jawa

Langkah Baru dan Lahir Kembali dalam Fitri, Pesan 12 Seniman pada Pameran Lukisan KSBI New Step

Masing-masing karya memiliki karakter yang berbeda dan beragam aliran seperti abstrak, dekoratif bercampur menjadi satu.

Langkah Baru dan Lahir Kembali dalam Fitri, Pesan 12 Seniman pada Pameran Lukisan KSBI New Step
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
12 seniman yang tergabung dalam Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) berfoto dengan pakaian muslim pada pameran seni lukisan dan patung di Galeri seni Limanjawi Art House, Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (12/6). Tema yang diambil adalah New Step atau langkah baru yang merupakan inti dari Idul Fitri. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 12 seniman yang tergabung dalam Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) akan menyelenggarakan pameran seni lukisan dan patung di Galeri seni Limanjawi Art House, Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (17/6) mendatang.

Tema yang diambil adalah New Step atau langkah baru yang merupakan inti dari Idul Fitri.

Pemilik Limanjawi Art House, Umar Chusaeni, mengatakan, tema yang dipilih adalah langkah baru atau new step berkaitan dengan inti dari Idul Fitri di mana manusia akan terlahir kembali dalam keadaan baru.

Kebersamaan juga salah satu tujuan yang diusung, ketika masing-masing seniman dengan karakter yang berbeda, berkolaborasi, menjadikan warna dalam kebersamaan.

Baca: Kemenag Magelang Awasi Ceramah Salat Idul Fitri Bermuatan Radikalisme

"Kami mengusung tema new step atau langkah baru, berkaitan dengan inti dari Idul Fitri, kita lahir kembali, menunjukkan masing-masing seniman dengan karakter yang berbeda, menjadikan warna dalam kebersamaan," ujar Umar saat jumpa pers dengan wartawan di Limanjawi Art House, Borobudur, Magelang, Selasa (12/6/2018).

Kurang lebih terdapat 12 pelukis dan juga perupa yang memamerkan 26 karya lukisan dan satu patung dalam pameran KSBI 15 New Step ini.

Masing-masing karya memiliki karakter yang berbeda dan beragam aliran seperti abstrak, dekoratif bercampur menjadi satu.

Seperti lukisan Angkara Murka, karya dari Suyatno yang mengadopsi cerita pewayangan dimana tergambar kisah Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana di dalam hutan.

Tak kalah menarik, lukisan 50 Wajah Anak-anak karya Alex Sunari yang menggambarkan anak-anak bermain dolanan tradisional di halaman Candi Mendut.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help