DIY

Kendalikan Perilaku Belanja Masyarakat, TPID DIY Gandeng Ulama

Sampai sejauh ini, TPID DIY memastikan kalau stok kebutuhan pokok jelang lebaran untuk wilayah Yogyakarta masih dalam taraf aman, atau mencukupi.

Kendalikan Perilaku Belanja Masyarakat, TPID DIY Gandeng Ulama
tribunjogja/azka ramadhan
Ketua III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Budi Hanoto. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Langkah menarik dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, yang menggandeng kalangan ulama dari Mejelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, untuk mengendalikan perilaku belanja kebutuhan pokok masyarakat. 

Sampai sejauh ini, TPID DIY memastikan kalau stok kebutuhan pokok jelang lebaran untuk wilayah Yogyakarta masih dalam taraf aman, atau mencukupi.

Sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkannya dan belanja secara berlebih.

Ketua III TPID DIY, Budi Hanoto, mengatakan bahwa upaya menggandeng ulama dilatarbelakangi oleh perilaku belanja masyarakat setiap jelang Lebaran, yang cenderung berlebihan.

Akibatnya, stok di pasaran menjadi langka dan mengalami lonjakan harga.

"Kalau harga kebutuhan pokok meningkat, akan berdampak pada terjadinya inflasi. Karena itu, kita merasa perlu menggandeng ulama, untuk memberikan nasihat kepada masyarakat, agar mengendalikan perilaku belanja jelang lebaran," katanya, Selasa (12/6/2018).

Baca: Kenaikan Harga Daging Ayam Jadi Perhatian Khusus TPID DIY

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY tersebut menuturkan, sampai dengan saat ini, stabilitas harga kebutuhan pokok masih terjaga.

Menurutnya sejumlah kenaikan harga memang terjadi, namun tidak terlalu signifikan.

Bahkan, lanjut Budi, beberapa komoditas malah mengalami penurunan harga, seiring dengan masuknya masa panen.

Hal tersebut, tentu saja berdampak pada tingkat inflasi Yogyakarta yang tergolong cukup rendah, yakni 0,08 persen.

"Inflasi kita di bawah nasional yang 0,21 persen. Itu artinya, Yogyakarta cukup baik dalam meredam inflasi, terutama dari sektor kebutuhan bahan pokok," jelasnya.

Baca: BI Sinergikan Langkah dengan MUI dalam Pengendalian Inflasi

Disampaikan terpisah, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumberdaya Alam Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Sugeng Purwanto, menjelaskan bahwa sejatinya mental para distributor juga turut mempengaruhi naik atau tidaknya harga bahan pokok.

"Dalam artian, mental jual itu terkait penimbunan bahan-bahan pokok demi mendapat keuntungan yang lebih besar, karena itu sangat berpengaruh terhadap harga-harga di pasaran," ungkapnya.

"Tapi, kita sudah cek ke distributor dan tidak ditemuan penimbunan. Apalagi, sekarang kan stoknya sudah disiapkan, kemudian ada satgas pangan yang terus melakukan pemantauan, untuk mengantisipasi penimbunan itu," pungkas Sugeng. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved