Lifestyle

Jangan Remehkan, Ini Dampak Psikologis Pertanyaan 'Kapan Nikah?' saat Kumpul Keluarga

Ia mengatakan, besarnya efek dari pertanyaan ini terhadap seseorang tergantung dari besarnya harapan dan kenyataan.

Jangan Remehkan, Ini Dampak Psikologis Pertanyaan 'Kapan Nikah?' saat Kumpul Keluarga
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Menjelang datangnya Lebaran, orang Indonesia memiliki tradisi mudik.

Bagi para single atau mereka yang belum menikah dalam usia mapan, pulang ke kampung halaman kadang menjadi beban.

Salah satunya, ketika "dihujani" pertanyaan, " Kapan nikah?"

Menjelang Lebaran, bahkan ada toko yang menjual kaus bertuliskan, "Tolong jangan tanya kapan nikah."

Fenomena lainnya, para pemudik yang masih jomblo, menuliskan kata-kata yang ditempel di tas atau sepeda motornya dengan beragam pesan.

Bagi yang membacanya, kata-kata seperti "Tidak mudik bawa calon menantu" dan sebagainya mungkin lucu.

Tetapi, bisa jadi hal itu cara untuk membentengi diri agar tak ditanya pertanyaan terkait status dan lain-lain.

Baca: Pulang Berbulan Madu, Pasangan Ini Terkejut Tembok Berlin Mendadak Muncul Menutupi Rumahnya

Secara psikologis, bagaimana efek pertanyaan "Kapan nikah?" yang kerap ditanyakan saat silaturahim keluarga, termasuk pada momen Lebaran?

Psikolog Unit Layanan Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Laelatus Syifa, M.Psi, mengatakan, pertanyaan "Kapan nikah" bisa jadi sebenarnya hanya basa-basi.

Akan tetapi, ia mengingatkan, pertanyaan ini bisa menimbulkan efek yang berbeda terhadap masing-masing orang.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help