Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Pathok Negoro Babadan, Warga Sekampung Terpaksa Meninggalkan Masjid

Video Masjid Pathok Negoro Babadan, Warga Sekampung Terpaksa Meninggalkan Masjid

TRIBUNJOGJA.COM - Berdiri megah di pinggiran kota sebagai tapal batas kerajaan, Masjid Pathok Negara Addarojat Babadan pernah ditinggalkan dan mati suri pada masa penjajahan Jepang.

SUASANA di kompleks Masjid Pathok Negara Addarojat Babadan, cukup lengang, ketika matahari baru saja meninggi, pukul sebelas, siang itu.

Tak ada aktivitas di dalam masjid. Hanya ada tiga anak kecil berlarian mengejar bola di halaman Masjid yang terhampar luas.

Meski terbilang masjid kuno, nuansa megah langsung terasa ketika baru memasuki pintu gapura yang berada tepat di depan bangunan masjid.

Masjid ini di dominasi warna hijau tua, bentuk limasan dengan dua tiang penyangga di depan.

Dilihat sekilas, model depan masjid ini kental sekali pada nuansa bangunan ala keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ketua Takmir Masjid Pathok Negara Addarojat Babadan, Harsoyo, menceritakan, Masjid ini kali pertama dibangun pada tahun 1774 masehi, pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I.

Untuk diketahui, HB I memerintah pada tahun 1755-1792 M.

Fungsi utama pembangunan daripada masjid Babadan ini adalah sebagai pertahanan negara sekaligus Pathok negara.

Pathok Negara sendiri merupakan jabatan di Kawedanan Pengulon, semacam Departemen Agama di Keraton Yogyakarta.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved