Home »

Jawa

Jawa

Ratusan Penghuni Lapas dari Kabupaten Magelang Terancam Tak Dapat Menggunakan Hak Suaranya

Hal ini dikarenakan sejumlah alasan, seperti keterbatasan surat suara, dan tak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat

Ratusan Penghuni Lapas dari Kabupaten Magelang Terancam Tak Dapat Menggunakan Hak Suaranya
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Divisi SDM dan Parmas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Dwi Endis Windartoko, Senin (11/6/2018) pada sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Magelang 2018 pada masyarakat terpilih di Gedung Kwarcab Pramuka, Borobudur, Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Warga Kabupaten Magelang yang menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Magelang terancam tak dapat menggunakan suaranya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang tahun 2018 ini.

Hal ini dikarenakan sejumlah alasan, seperti keterbatasan surat suara, dan tak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat.

Hal tersebut dikatakan oleh Divisi SDM dan Parmas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Dwi Endis Windartoko, Senin (11/6/2018) pada sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Magelang 2018 pada masyarakat terpilih di Gedung Kwarcab Pramuka, Borobudur, Magelang.

"Hak pilih mereka pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang bisa saja hangus, hal ini karena tidak ada TPS terdekat, maka kita tidak bisa melayani. Semisal kita membawa surat suara juga harus ada izin dari saksi, pengawas TPS, sehingga akan sulit," ujar Dwi.

Baca: Kasus Angela Lee Masuk Tahap Dua, Angela dan Suaminya akan Dititipkan di Lapas yang Berbeda

Dikatakannya, untuk dapat keluar membawa surat suara, petugas TPS memang harus mendapatkan persetujuan atau izin dari saksi serta membawa surat persetujuan dari pengawasan di TPS, terlebih saat harus membawanya ke dalam Lapas yang memerlukan koordinasi lebih lanjut.

Pihaknya pun memprioritaskan TPS yang sudah ada, karena jumlah pemilih yang sudah jelas.

Sama halnya dengan pemilih yang berada di Rumah Sakit (RS) di luar wilayah Kabupaten Magelang, pemilih yang ada di Lapas berpotensi gugur.

"Karena tidak ada TPS yang terdekat, maka tidak bisa kita layani, karena prinsipnya ketika petugas TPS keluar, harus mendapat persetujuan izin dari saksi ketika membawa surat suara, persetujuan izin dari pengawas TPS. Pelayanan di TPS lebih dulu, karena di TPS pemilihnya jelas, itu yang harus kita layani dulu," kata Dwi.

Alasan lain dikarenakan jumlah surat suara yang disediakan oleh KPU Kabupaten Magelang sudah disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) per Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help