Kriminalitas

Pelaku Pembacokan di Simpang Empat Mirota Kampus Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pasal yang dijeratkan petugas kepolisian kepada keduanya sesuai dengan pasal tindak pidana yang telah dilakukan.

Pelaku Pembacokan di Simpang Empat Mirota Kampus Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini, didampingi Wakapolresta, AKBP Ardiyan Mustakim, Kasat Reskrim, Kompol Sutikno dan Kasubag humas polresta, AKP Partuti Wijayanti menunjukkan kedua pelaku anirat yang beraksi di simpang empat Mirota. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - AYT (19) dan MWD (15), pelaku pembacokan di simpang empat Mirota Kampus yang menewaskan Dwi Ramadhani (26), terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Pelaku AYT kita jerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiaya yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini, Senin (11/6/2018).

Sementara untuk pelaku MWD (15) yang berperan sebagai pengendara motor (Joki) dikenai pasal 351 ayat 3 Juncto pasal 56 KUHP karena turut membantu dalam melakukan penganiayaan yang berujung korban meninggal dunia.

Pasal yang dijeratkan petugas kepolisian kepada keduanya sesuai dengan pasal tindak pidana yang telah dilakukan.

Untuk status pelaku yang masih dibawah umur, Armaini menjelaskan, ketika menjalani persidangan maka pihaknya akan mengacu pada prosedur undang-Undang perlindungan anak.

"Pengadilan tetap dilaksanakan. Namun (mekanismenya) berbeda. Dalam penyidikan ada aturan sendiri karena pelaku anak-anak (di bawah umur) maka akan mengikuti UU perlindungan anak," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, keduanya merupakan pelaku pembacokan terhadap mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Dwi Ramadhani, pada Kamis (7/6/2018) pekan lalu.

Korban melakukan pembacokan kepada korban yang kala itu habis melaksanakan sahur on the road di simpang empat Mirota kampus.

Akibatnya, korban mengalami luka bacok di bagian punggung sebelah kiri, hingga menembus organ vital, paru-paru.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help