Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Al Huda, Langgar Itu Peninggalan Ki Ageng Giring

Ki Ageng Giring diutus oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran Islam di selatan Jawa, sekaligus untuk menunggu wahyu keraton.

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Usia Masjid Al Huda sudah sangat tua.

Diyakini, Ki Ageng Giring membangun masjid di Desa Sodo, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul ini pada 1575.

Sarto, seorang Takmir Masjid Al Huda mengisahkan, Ki Ageng Giring yang membangun masjid ini merupakan murid Sunan Kalijaga.

Sarto menjelaskan, Ki Ageng Giring diutus oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran Islam di selatan Jawa, sekaligus untuk menunggu wahyu keraton.

Dalam menunggu wahyu keraton, Ki Ageng Giring mendapat perintah untuk menanam sabut kelapa, dan ternyata sabut yang ditanam tersebut dapat tumbuh tunas dan menjadi pohon.

Baca: Nawu Sendang Seliran, Warga Kotagede Gelar Kirab Budaya Ambengan Ageng

Kemudian Ki Ageng Giring membangun tempat salat berupa langgar yang saat itu berukuran 4x4 meter hingga akhirnya pada 1750 diperluas menjadi 15x20 oleh Ahmadiman karena banyaknya jemaah yang datang.

Pada tahun 1935 kemudian dipugar oleh Ahmadiman ke-2 yakni dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu diganti papan kayu.

Lalu pada tahun 1960, masjid ini mendapat bantuan dari Departemen Agama sebesar 10 ribu rupiah, dipugar kembali menjadi bangunan semi permanen.

“Kayu-kayu yang dipergunakan untuk soko ada yang dinaikkan menjadi usuk, tetapi banyak juga dari kayu tersebut yang hilang entah kemana," ungkap Sarto.

Baca: Video Masjid Syuhada, Bung Karno Pun Mengaku Bangga

Dilanjutkan Sarto, di sisi utara masjid terdapat kolam untuk membasuh kaki jamaah, air dialirkan melalui kayu jati yang dibelah menjadi dua.

Tak jauh dari masjid terdapat sendang yang mata airnya tidak pernah kering. Sendang tersebut dimanfaatkan warga sekitar Desa Sodo untuk mendapatkan air bersih waktu itu.

Di depan sendang terdapat pohon tua yang diyakini umurnya lebih dari 100 tahun.

"Dulu sebelum aliran air bersih ada, sendang ini digunakan warga untuk mendapatkan air bersih, karena pada saat itu sulit mendapatkan air," terang Sarto.

Dan pada tahun 2016, diwacanakan mengambalikan bangunan asli dari masjid Al Huda.

"Ada wacana mengubah ke bentuk aslinya, tetapi sampai sekarang belum terealisasi," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM/wisang seto)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved