Mudik 2018

Tips Mempersiapkan Motor Matik untuk Mudik

Meski sama sama sepeda motor, namun perawatan dan persiapan untuk motor matik sedikit berbeda

Tips Mempersiapkan Motor Matik untuk Mudik
KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES
Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SATU dari beberapa jenis motor yang dipakai mudik ataupun berkeliling di Hari Raya adalah skuter matik (Skutik) atau skuter bebek (Skubek). Meski sama sama sepeda motor, namun perawatan dan persiapan untuk motor jenis ini sedikit berbeda. Pacuan ini tergolong spesial ketimbang motor biasa misalnya bebek dan sport. Karena engine skubek memakai penggerak transimisi CVT. Setidaknya, butuh perhatian lebih di sektor ini.

Karena itu, sebaiknya motor menjalani perawatan dan pengecekan sebelum dipakai, mulai dari kopling hingga sabuk penggerak atau belt. Bahkan, lakukan juga penyesuaian di sektor kaki kaki. Hal ini penting dilakukan jika pemilik motor sudah mengganti pelek skubek memakai pelek diameter tertentu. Tidak tertinggal, hal kecil yang dianggap sepele tapi sebenarnya punya fungsi vital.

Belt dan Roller
Sebagai part penggerak atau penghubung antara puli depan dan belakang, sebaiknya belt tidak boleh getas. Jika getas, risiko putus bisa terjadi. Melacak keausannya akan lebih mudah, pastikan tidak ada keretakan di bagian dalam belt.

Apabila belt aus, gejala selip juga bisa tercipta. Ketika grip gas dibuka, butuh putaran lebih tinggi agar motor bisa berjalan. Gejala ini, sama layaknya kampas kopling aus. Lalu, bisa timbul suara decit.

Selain mengecek keausan roller, penyesuaian berat roller yang akan dipakai juga bisa dilakukan. Kalau sekiranya akan menemui kemacetan, sebaiknya tetap pakai ukuran standar. Tapi, kalau ingin lebih nyaman di trek lurus, beratkan lagi rollernya. Misal, dari 10 gram jadi pakai 11 gram.

Pelek
Tak sedikit dari pemilik skubek yang mengganti pelek pacuannya dengan diameter lebih besar. Ya, misalnya dari ring 14 jadi pakai pelek ring 17 inci. Tapi, efeknya harus pakai profil ban yang tipis agar tidak mentok ke dek. Sebaiknya ketika mudik, ukuran standar sangat disarankan. Risiko pelek peyang akibat menghantam lubang pun jadi minim. Karena dengan profil ban yang lebih tinggi, efek benturan masih bisa diredam lebih baik.

Girboks dan Mur
Penggantian oli girboks memang tidak secepat oli mesin. Tapi, setidaknya lakukan penggantian oli girboks sebelum mudik. Jangan lupa juga mengecek kekencangan baut dan mur. Terutama mur roda belakang. Apalagi di skubek yang sudah alami usia pakai lebih dari tiga tahun. Jika mur roda kendur, efeknya seperti engine mounting aus. Ban terasa goyang ketika awal jalan.

Seputar Kopling
Dalam bagian CVT skubek, tergolong banyak komponen. Satu di antaranya, sistem kopling itu sendiri. Pastikan, ketebalan kampas kopling masih dalam batas normal. Jangan sampai kopling mulai aus tetapi dipaksakan berjalan. Jika dipaksakan, akan timbul selip karena kampas tidak mampu menekan mangkuk kopling sempurna. Jangan lupa juga perhatikan mulus tidaknya lingkaran diameter mangkuk kopling bagian dalam. Kalau peyang, efek selip bisa terjadi.

Tetapi yang lebih penting lagi, periksa juga kerenggangan mur pengunci kampas kopling dengan mangkuk ketika keadaan mesin tidak hidup atau stasioner. Sebab jika kedua part ini bersentuhan, akan membuat roda seret atau terkunci.

Apalagi ketika mudik, pasti akan mengalami proses stop and go akibat kemacetan. Seharusnya, antara mur dan mangkuk kopling akan menempel seiring kopling berkembang. (otomotifnet.com/toa)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help