Bantul

Pengamanan Jalur Cinomati, Polres Bantul Bersama SAR Siapkan Sopir Pengganti dan Tenaga Ganjal Roda

Bekerjasama dengan SAR Bantul, relawan dan masyarakat setempat, polisi menyiagakan anggota untuk berjaga selama musim mudik dan libur lebaran.

Pengamanan Jalur Cinomati, Polres Bantul Bersama SAR Siapkan Sopir Pengganti dan Tenaga Ganjal Roda
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Beberapa petugas dari relawan SAR dan aparat kepolisian menahan dan mendorong mobil yang tak kuat menanjak di jalur Cino Mati, Pleret, Bantul, Senin (25/12/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Polres Bantul menetapkan Jalur Cinomati, Pleret, Bantul sebagai satu di antara titik yang diberi perhatian khusus selama arus mudik dan libur lebaran tahun ini.

Selain menyiagakan pasukan di lokasi, Polres juga menyediakan sopir pengganti sampai tenaga ganjal roda.

Kabag Ops Polres Bantul Kompol Jan Benjamin belum lama ini mengatakan, jalur Cinomati menjadi titik yang paling mendapat perhatian khusus jajaran Polres Bantul selain lokasi lain seperti tempat wisata maupun lokasi rawan kecelakaan.

Cinomati, dianggap sebagai jalur yang berbahaya.

“Jalur Cinomati ini sangat berbahaya, banyak tanjakan terjal dan tikungan. Jalannya juga sempit. Sisi jalan tebing tinggi dan jurang cukup dalam. Tapi jalur ini paling banyak dilewati wisatawan luar karena langsung terlihat saat mereka memakai aplikasi GPS di handphone,” kata Jan.

Jan mengaku sudah sempat berkomunikasi ke pihak terkait agar bagaimana ketika seseorang mencari jalur menuju kawasan wisata Dlingo tidak diarahkan melewati Jalur Cinomati melainkan jalur Imogiri yang cenderung lebih aman dilewati oleh kendaraan pribadi.

Namun sampai kini, belum ada hasil memuaskan.

Polres coba melakukan upaya antisipatif guna meminimalisir adanya kejadian kecelakaan di jalur ini dengan menyiagakan pos pantau di Cinomati.

Bekerjasama dengan SAR Bantul, relawan dan masyarakat setempat, polisi menyiagakan anggota untuk berjaga di lokasi selama musim mudik dan libur lebaran.

“Yang sering terjadi, mobil tidak kuat menanjak karena sopir kurang berpengalaman atau mobil sedang tidak prima. Kita siapkan tim ganjal roda mobil supaya tidak mundur atau sampai terperosok ke jurang. Kita juga siapkan sopir yang punya pengalaman melewati jalur Cinomati,” kata Jan.

Dijelaskan Jan, sopir tersebut siap mengambil alih kemudi para pemudik maupun wisatawan yang menggunakan mobil maupun motor dan membawa penumpang sampai atas (Dlingo).

Setelah sampai di atas, sopir lama bisa kembali meneruskan perjalanan karena jalan terhitung sudah aman dilalui. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help