Home »

Jawa

Mudik Lebaran 2018

Menjajal Tol Trans Jawa Jelang Mudik Lebaran

Tim Merapah Trans Jawa telah melintasi 15 ruas tol operasional, dan fungsional dengan total panjang 807,5 kilometer

Menjajal Tol Trans Jawa Jelang Mudik Lebaran
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Foto udara ruas jalan Tol Gempol-Pasuruan di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Gempol-Pasuruan sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com telah tiba di Probolinggo, Jawa Timur, setelah melakukan perjalanan panjang dari Jakarta sejak Sabtu (2/6/2018).

Hingga hari ini, Rabu (6/6/2018), Tim Merapah Trans Jawa telah melintasi 15 ruas tol operasional, dan fungsional dengan total panjang 807,5 kilometer. Kru yang terlibat dalam perjalanan reportase mudik tahun 2018 sebanyak tujuh orang yang terdiri dari tiga jurnalis, dua videografer, satu fotografer, dan satu bagian umum.

Di sepanjang perjalanan, kami menemukan banyak hal menarik, seru, istimewa, dan berbeda yang bisa kami ceritakan kepada pembaca.

Mulai dari jalanan yang gelap, kondisi fisik jalan yang berbeda di antara satu segmen dengan segmen lainnya, masjid yang berdiri kokoh di tengah jalan tol, hingga jalur off road yang masih berupa gundukan tanah.

Saat melintasi tol fungsional Pemalang-Batang, di beberapa titik kami berkendara di tengah kegelapan. Hanya sinar rembulan, dan lampu jauh yang menjadi penerang kami melintasi tol sepanjang 39,2 kilometer tersebut, seraya memperhatikan perangkat peta digital agar tidak tersesat.

Foto udara pembangunan sekitaran Pintu Tol Krapyak di ruas jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Pintu tol Krapyak merupakan pertemuan jalan tol dan jalan nasional.
Foto udara pembangunan sekitaran Pintu Tol Krapyak di ruas jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Pintu tol Krapyak merupakan pertemuan jalan tol dan jalan nasional. ((KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) )

Tak hanya itu, berhubung status ruas Tol Pemalang-Batang masih fungsional, ada sejumlah titik dengan perbedaan elevasi cukup tajam, sehingga kami harus konsentrasi penuh memperhatikan kondisi fisik jalan.

Hal serupa kami dapati di ruas Tol Batang-Semarang. Perbedaan elevasi fisik prasarana jalan menjadi hal penting yang harus diwaspadai.

Ada saat, kami bisa berkendara dengan laju 80 kilometer hingga 100 kilometer per jam, namun tiba-tiba harus menurunkan kecepatan hingga 40 kilometer per jam karena perbedaan elevasi tersebut. Pasalnya, jika diteruskan berkendara dengan kecepatan konstan, yang terjadi adalah keterkejutan tiba-tiba.

Yang menarik dari ruas tol ini adalah ketika kami tiba di Seksi 4 dan 5, terdapat Masjid Baitul Jami Al Mustaghfirin yang berada persis di tengah-tengah Tol Batang-Semarang.

Masjid bersepuh hijau pupus ini berdiri kokoh dan menajdi saksi bisu percepatan pembangunan infrastruktur di sekitarnya. Cuaca terik Salah satu kru lainnya, Wahyu Adityo Prodjo, mengatakan tantangan terbesar dan terberat mengikuti perjalanan reportase mudik adalah berpuasa di tengah cuaca yang terik, dan kondisi lalu lintas yang tak terduga.

"Kami harus berkendara di tengah-tengah himpitan truk dan kendaraan lainnya yang tidak mematuhi rambu dan marka jalan saat keluar dari jaringan Tol Trans Jawa menuju ruas Jombang-Mojokerto," kata Wahyu. Sementara itu, saat menjejaki ruas Tol Gempol-Pasuruan Seksi III, kami merasakan bak menjajal medan off road. (*)

Editor: iwe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help