Gunungkidul

Masih Banyak UMKM di Gunungkidul yang Belum Mendapatkan Sertifikat PIRT

Belum semua pengusaha Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) bidang pangan di Gunungkidul mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan sertifikat P-IRT.

Masih Banyak UMKM di Gunungkidul yang Belum Mendapatkan Sertifikat PIRT
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Belum semua pengusaha Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) bidang pangan di Gunungkidul mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dono Panggarjito.

"Kebanyakan yang membuat tidak lolos adalah sarana produksi, limbah dan lain sebagainya. Kebanyakan di gunungkidul rumah produksinya masih dekat dngan kandang ternak," katanya, Rabu (6/6/2018).

ia mengatakan untuk pemberian PIRT ada beberapa tahapan yang harus dilalui, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga tempat produksinya.

Baca: Depresiasi Rupiah Diprediksi Akan Pukul Pelaku UMKM

"Pertama kita latih dulu orangnya lalu kita uji, setelah itu kita berikan sertifikat keamanan pangan, dan kita survey tempat produksi seperti pembuangan limbahnya bagaimana, kebersihan tempat produksinya," katanya.

Ia mengatakan tren tiap tahunnya untuk mendapatkan sertifikat P-IRT sudah naik tidak seperti tahun-tahun yang lalu.

"Saat ini cenderung pengusaha-pengusaha muda yang telah mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan PIRT, karena ada aturan di toko modern jika makanan yang ingin dipasarkan di toko modern tersebut harus punya PIRT," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Widagdo mengatakan setiap tahun pihaknya memberikan bantuan sebanyak 60 UMKM untuk pengurusan PIRT.

"Hal itu masih cukup jauh dari jumlah UMKM yang ada sekitar 38 ribu, hal tersebut karena masih terbatasnya anggaran," katanya.

Baca: Kesadaran UMKM Yogyakarta Urus PIRT Makin Meningkat

Widagdo mengatakan, selain itu pihaknya juga memfasilitasi pengusaha kecil untuk ikut pameran di sejumlah kegiatan di luar Gunungkidul.

Satu diantaranya melakukan pameran di Jakarta.

"Kita fasilitasi dan ternyata mendapat respons yang bagus, Ada beberapa teman UMKM yang menerima pesanan cukup banyak," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga menggandeng perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

"Pengusaha didorong untuk berinovasi terhadap produknya, sehingga mampu bersaing. Mulai dari kemasan hingga kwalitas bahan makanannya," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help