Sains

7 Fosil Manusia Prasejarah Ditemukan di Bandung Barat

Selain penanggalan radiokarbon, Tim Eskavasi Gua Pawon menggunakan metode odontologi forensik untuk mengungkap identitas Manusia Pawon.

7 Fosil Manusia Prasejarah Ditemukan di Bandung Barat
Kompas.com
Salah satu kerangka manusia Pawon berusia 7300 tahun 

Koordinator Odontologi Forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran, Fahmi Oscandar, menyebutkan, gigi merupakan alat identifikasi yang sempurna karena memiliki daya tahan yang luar biasa meski dikubur jutaan tahun dan tidak akan hancur walaupun terendam air laut atau terbakar dengan suhu di atas 900 derajat celcius.

"Gigi ini merupakan satu kunci yang penting untuk memberikan informasi kepada kita mengenai keadaan orang yang mempunyai gigi tersebut," kata Fahmi saat ditemui di lokasi eskavasi Gua Pawon.

Dari hasil pemeriksaan odontologi forensik terhadap gigi geligi lima Manusia Pawon, Fahmi menyimpulkan Manusia Pawon termasuk Ras Mongoloid yang umur hidupnya rata-rata 30 tahun.

Rangka III, misalnya, diketahui berjenis kelamin laki-laki dan berusia di atas 20 tahun saat meninggal dunia.

"Semuanya menunjukkan rata-rata (usia kematian) 30 tahun. Ini berarti usia harapan hidup cukup rendah dibandingkan manusia modern sekarang. Kita bisa buat hipotesis, mungkin saja sistem imunnya masih sangat lemah dan cara mengantisipasi serangan penyakit juga belum ada," ujar Fahmi.

Baca: Temuan di Luzon Ini Bisa Ubah Sejarah Manusia Purba di Asia

"Dengan demikian kita bisa mengungkapkan orang-orang zaman dulu masih rentan terhadap paparan penyakit. Ini sangat penting," papar Fahmi.

Hal menarik lainnya, lanjut Fahmi, tim tidak menemukan adanya karies di gigi geligi Manusia Pawon.

Padahal sejauh ini, belum ditemukan satu pun instrumen atau artefak pembersih gigi.

Di zaman itu juga belum diketahui adanya suatu keilmuan atau pengetahuan cara pembersihan gigi.

Meskipun tidak ditemukan karies, tapi terlihat adanya karang gigi yang ditunjukkan dengan penyakit periodontal atau penyakit gusi.

"Jadi terjadi resorpsi tulang-tulang rahangnya yang sangat ekstrim dan ini membuktikan terdapat karang-karang gigi. Dan kami telah mencoba mengambil ekstrak karang giginya dan dilakukan peneltian. Sasarannya untuk mencari bakteri pada zaman dulu," kata Fahmi.

Fahmi menyakini temuan bakteri itu sangat bermanfaat bagi ilmu kedokteran gigi dan ilmu kesehatan secara umum.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Arkeolog Temukan 7 Fosil Manusia Prasejarah di Bandung Barat", https://sains.kompas.com/read/2018/06/05/133100723/arkeolog-temukan-7-fosil-manusia-prasejarah-di-bandung-barat.

Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved