Hukum

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Banyurejo, Kejari Sleman Naikkan Tahapan ke Penyidikan

Kejari Sleman juga akan memanggil beberapa orang lagi untuk dimintai keterangan guna menetapkan tersangka.

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Banyurejo, Kejari Sleman Naikkan Tahapan ke Penyidikan
NET | Google Images
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menanggapi laporan dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan dana desa di Desa Banyurejo, Tempel tahun 2015 hingga tahun 2017, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman telah melakukan penyelidikan.

Bahkan, kasus tersebut saat ini telah dinaikkan tarafnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kejari Sleman juga akan memanggil beberapa orang lagi untuk dimintai keterangan guna menetapkan tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sleman, Yulianto, SH menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan sejak dua bulan yang lalu.

Selain itu, selama penyelidikan, pihaknya telah memanggil belasan orang yang diduga berhubungan dengan kasus dugaan penyimpangan dana desa tersebut.

"Saat penyelidikan kemarin kita sudah panggil 12 orang untuk dimintai keterangan, dan hasilnya mengarah kepada adanya dugaan tindak pidana. Karena itu sejak Mei lalu kita naikkan statusnya jadi penyidikan," katanya, Senin (4/6/2018).

Lanjutnya, dalam taraf penyidikan ini, pihaknya direncanakan akan kembali memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan, tidak hanya itu, pihaknya juga akan meminta beberapa orang yang dipanggil untuk membawa kelengkapan dokumen guna keperluan proses penyidikan.

Hal itu dilakukan untuk menemukan adanya tindak pidana korupsi dalam penyimpangan Dana Desa.

"Mengenai kerugian yang diderita negara belum bisa kami tentukan, karena untuk menentukannya harus disertai data yang valid dan keterangan dari saksi-saksi," ujarnya.

Disinggung mengenai penetapan tersangka, pihaknya juga belum bisa menentukannya, mengingat saat ini tim yang dibentuk dan menangani kasus tersebut masih mengumpulkan bahan, keterangan dan data terkait adanya penyimpangan dana desa.

Kendati demikian, diungkapkan Yulianto bahwa pihaknya berencana memanggil beberapa orang yang dianggap mengetahui dan dianggap bertanggung jawab atas kasus tersebut.

"Untuk tersangka belum kami tetapkan, karena masih harus mencari bukti-bukti yang kuat dulu. Karena itu, kami akan panggil beberapa orang lagi dalam waktu dekat ini," tambahnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved