Bisnis

BI, ISEI dan Kadin Dorong UKM Go Online

Bisnis online bisa menjadi satu di antara cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis UKM.

BI, ISEI dan Kadin Dorong UKM Go Online
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DI Yogyakarta Budi Hanoto saat menyampaikan presentasinya pada Forum Group Discussion (FGD) Bank Indonesia di Yogyakarta, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mewabahnya tren jual beli online melalui marketplace menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta untuk menggunakan saluran digital untuk memasarkan produknya.

Isu tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia (BI), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (30/5/2018) dengan tema ‘Arah Kebijakan Bank Indonesia Terkini.’

Baca: Midnight Sale Malioboro Mall Sale up to 70% Semua Tenant

Ketua Dewan Penasihat Kadin DIY Robby Kusumaharta mengatakan bisnis online bisa menjadi satu di antara cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis UKM.

Untuk itu perlu tata niaga di bisnis online yang memadai hingga level terendah.

“Di Yogyakarta saja, Lazada ada 12.000, Alibaba 8.000 barang impor tiap hari, out going-nya tidak ada. Sehingga perlu ada peraturan tata niaga yang baik,” ujarmya.

Selain itu, Robby juga menyoroti industri tourism juga perlu diberikan fasilitas kredit.

Baca: Shopee Mencatat 1,5 Juta Transaksi dalam 24 Jam di Big Ramadan Sale

Sebab Yogyakarta yang menjadi tujuan wisata dengan jumlah wisatawan dalam negeri dan mancanegara meningkat tidak bisa mengakses kredit.

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto mengungkapkan BI akan berusaha terus memberikan iklim yang sehat untuk pertumbuhan UMKM.

Strategi yang akan diterapkan adalah meningkatkan efektivitas kebijakan moneter yang fokus pada stabilitas.

“Selain itu, ada relaksasi kebijakan makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, ekonomi dan keuangan digital, ekonomi keuangan syariah,” ujarnya.(tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved