Gunungkidul

Pencurian Kayu Jati Rugikan Kelompok Tani Hingga Sekitar Rp 1 Miliar

Kelompok tani Wanamakmur telah menanam pohon jati tersebut dari 1997, tetapi ketika akan dipanen 2018 ini kejadian nahas tersebut terjadi

Pencurian Kayu Jati Rugikan Kelompok Tani Hingga Sekitar Rp 1 Miliar
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Akibat aksi pembalakan liar, kelompok tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) Wanamakmur yang berada di Desa Getas, Kecamatan Playen gagal panen dan mengalami kerugian kurang lebih 1 Miliar rupiah.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengurus kelompok tani Wanamakmur Sugiyanto saat ditemui Tribunjogja, Kamis (31/5/2018).

"itu bukan pencurian lagi tetapi itu namanya menjarah kami sudah menunggu lama untuk memanen pohon jati tersebut," tuturnya.

Ia bersama kelompok tani Wanamakmur telah menanam pohon jati tersebut dari tahun 1997, tetapi ketika akan dipanen tahun 2018 ini kejadian nahas tersebut terjadi.

Baca: Banyak Pembalakan Liar, Pemprov DIY Beralasan Kurang Tenaga Pengawas

"Sekarang tinggal 15 persen yang bisa dipanen, kami sudah menanam pohon tersebut sejak tahun 1997 padahal luas hutan yang dikelola kelompok kami ada 35 hektar," tuturnya.

Ia mengatakan lahan yang digunakan milik dinas kehutanan akan tetapi sudah ada kontrak antara dinas kehutanan dengan kelompok tani Wanamakmur.

"Untuk keuntungan dibagi menjadi 60-40, 60 persen untuk masyarakat 40 persen untuk dinas kehutanan, kebanyakan yang dicuri pohon berdiameter 60-80 cm," tuturnya.

Ia mengungkapkan, pohon jati kelompoknya dicuri karena masih kurangnya kesadaran masyarakat sekitar karena itu sebetulnya pohon tersebut milik masyarakat juga.

Baca: Penyidik Reserse dapat Pelatihan Korupsi dan Pembalakan Liar

"Pencurian itu sudah sering tetapi tidak separah ini, biasanya seminggu hanya dua pohon yang hilang, kelompok sudah berupaya mengamankan dengan melakukan ronda malam," tuturnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya melalui Kanit Opsnal Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ari Widodo menjelaskan pihaknya telah menangkap 4 orang terkait kasus ini.

"Kami bertekad terus melakukan pengembangan terkait kasus ini untuk mencari anggota lain dari kelompok tersebut, termasuk penadah, hingga jaringan lainnya," tuturnya.

Hingga saat ini pihaknya terkendala dengan tertutupnya masyarakat sekitar kepada kepolisian.

Tak banyak keterangan yang bisa didapat mengingat hampir seluruh warga menyatakan tak tahu menahu mengenai pencurian tersebut.

"Kasus ini sangat aneh karena lokasi tempat penyembunyian kayu ini berada dekat dengan pemukiman warga, harapan saya warga dapat lebih kooperatif," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help