Regional

Seorang Pejabat di Kemenag Solo Diduga Lakukan Pungli Penerimaan CPNS

SN menurutnya memberi kemudahan 15 PNS yang belum menerima SK dengan syarat menyerahkan uang setiap PNS Rp25 juta.

Seorang Pejabat di Kemenag Solo Diduga Lakukan Pungli Penerimaan CPNS
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Seorang pejabat di Kantor Kemenag Solo diduga terlibat pungutan liar (pungli) penerimaan 15 calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2015.

Pejabat berinisial SN (52) diduga menarik pungutan 15 CPNS yang telah diterima sebagai PNS di Kemenag Kota Solo, namun belum mendapat Surat Keputusan (SK).

Hal itu diungkapkan Kajari Solo, Teguh Subroto, Rabu (30/5/2018).

Menurut Teguh, pejabat tersebut tak lama lagi akan ditetapkan sebagai tersangka.

SN menurutnya memberi kemudahan 15 PNS yang belum menerima SK dengan syarat menyerahkan uang setiap PNS Rp25 juta. 

"Pejabat di lingkungan Kemenag tersebut juga masih memungut uang Rp5 juta lagi kepada 15 PNS ini dengan alasan untuk syukuran,'' tegas Teguh.

Setelah Inspektorat Jenderal Kemenag RI turun untuk melakukan pemeriksaan, urainya, uang pungutan yang digunakan untuk syukuran dikembalikan.

"Penarikan uang yang masuk kategori pungli, jumlah totalnya Rp375 juta dari 15 PNS yang belum ada pertanggungjawabannya tersebut yang kami usut,'' urai dia.

Ia menuturkan, dalam perkara ini pejabat bersangkutan akan dijerat pasal 12 huruf e UU RI No 31 tahun 1999 jo UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi dan pasal 11 UU RI No 31 tahun 1999 jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan atau denda maksimal Rp 250 juta.

Ia pun membeberkan, pengusutan kasus ini berdasar laporan masyarakat yang masuk pada Mei 2018.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help