Internasional

Kelompok ISIS Berkubu Dekat Pangkalan Militer AS di Al Tanf

Rusia dan AS terus mendiskusikan perkembangan panas di Al Tanf, yang menyangkut hak serta kedaulatan Suriah.

Kelompok ISIS Berkubu Dekat Pangkalan Militer AS di Al Tanf
sputnik
Kelompok ISIS Berkubu Dekat Pangkalan Militer AS di Al Tanf 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Kelompok militan ISIS atau Daesh terpantau berkeliaran di dekat pamgkalan militer Al Tanf dekat perbatasan Suriah-Yordania.

Mereka tidak melakukan pergerakan apa-apa sekalipun lokasi keberadaan mereka hanya 11 mil dari pangkalan besar AS di dalam wilayah Suriah.

Informasi ini dilansir Sputnik, Senin (28/5/2018), seiring jalannya pembicaraan Menlu Sergei Lavrov dengan mitranya dari Washington.

Rusia dan AS terus mendiskusikan perkembangan panas di Al Tanf, yang menyangkut hak serta kedaulatan Suriah.

AS mendirikan pangkalan militer berkekuatan besar di daerah ini tanpa izin Damaskus.

"Kami menyaksikan peningkatan kehadiran kelompok bersenjata di wilayah ini, termasuk di kamp pengungsi Rukban. Info yang kami dapat, di kamp ini ada elemen terkait Daesh (ISIS)," kata Lavrov.

Lavrov berharap ada penarikan segera pasukan AS dari Al Tanf, guja mengurangi ketegangan.

Ini akan memudahkan pasukan Suriah mengembalikan kontrol atas negerinya.

"Dari sudut pandang militer, kehadiran pasukan (AS) di sana tidak relevan," lanjut Lavrov sembari menambahkan, Rusia sudah mengingatkan Washington soal ini.

Lavrov juga mengingatkan situasi di barat Suriah yang berbatasan dengan Israel. Semua elemen militer nonpasukan Suriah seharusnya segera pergi.

Sebagian wilayah di perbatasan Suriah-Israel kini dikuasai ISIS dan kelompok bersenjata lain.

Kelompok-kelompok ini sama sekali tak berkonflik dengan pasukan Israel di tapal batas.

Pasukan AS menguasai wilayah seluas 34 di sekeliling pangkalan militer Al Tanf.

Di lokasi ini pasukan AS selama beberapa tahun terakhir melatih kelompok bersenjata antiDamaskus.(Tribunjogja.com/ Sputnik/xna) 

Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help