Kisah Dibalik Outlet Prada di Tengah Padang Pasir ! Mau Tahu Alasannya?

Ada kisah apakah dibalik outlet Prada Marfa yang berada di tengah padang pasir di Texas ini?

Editor: Mona Kriesdinar
Outlet Prada di Tengah Padang Pasir di Texas 

TRIBUNJOGJA.com - Pada tahun 2005, tidak ada toko Prada di seluruh negara bagian Texas, bahkan di kota-kota besar seperti Houston atau Dallas. Namun tiba-tiba ada kejutan ketika pada 1 Oktober 2005, berdiri outlet bernama Prada Marfa yang berada di tengah gurun tepatnya berada di 26 mil di luar kota Marfa, Texas.

Ternyata ada duo seniman asal Skandinavia yang melahirkan ide ini yakni Michael Elmgreen dan Ingar Dragset. Dan outlet ini merupakan bagian dari karya seni, atau pameran produk.

Namun tetap saja, ini pun unik karena lokasinya yang jauh dari tempat manapun.

Instalasi seni ini diisi dengan tas dan sepatu Prada asli, dari koleksi Prada musim gugur / musim dingin 2005, yang disediakan oleh Miuccia Prada sendiri.

Dia juga memberi seniman izin untuk menggunakan nama Prada dan merek dagang dalam pameran mereka.

Pameran ini menampilkan desain minimalis toko-toko Prada, dengan sejumlah sepatu dan tas pilihan yang ditampilkan di etalase.

Sekilas, ini nyaris sama dengan toko yang sebenarnya. Tetapi ada satu perbedaan besar: outlet ini tidak memiliki pintu sama sekali alias tidak bisa dimasuki.

Michael Elmgreen dalam websitenya mengatakan bahwa ini dimaksudkan sebagai kritik terhadap industri barang mewah, dengan menempatkan toko di tengah padang pasir.

Fakta bahwa pameran itu ada di tengah padang pasir di Texas adalah bagian dari signifikansi artistiknya.

Para seniman tidak pernah bermaksud untuk mempertahankan instalasi, sehingga akhirnya akan rusak dengan sendirinya, yang merupakan pernyataan tentang kritikan terhadap budaya konsumeris.

Namun, tidak semua penduduk Texas menghargai karya seni, atau tampaknya memahami kritik yang dimaksudkan terhadap barang-barang desainer yang dipajang.

Pada malam setelah pameran itu dipasang, para perusuh mendobrak masuk dan mencuri tas dan sepatu mahal.

Meskipun niat awal mereka untuk meninggalkannya, para seniman dipaksa untuk kembali dan memperbaiki kerusakan, dan mengganti barang-barang yang dicuri dengan lebih banyak barang Prada.

Kali ini, tas yang dipamerkan dilengkapi dengan monitor keamanan di bagian dalam yang akan mengingatkan pihak berwenang jika seseorang mencoba memindahkannya, untuk mencegah pencurian lebih lanjut.

Sejak itu, tempat ini telah menjadi tempat wisata yang populer, dengan orang-orang dari seluruh penjuru negeri datang untuk melihat toko Prada yang aneh di antah berantah. Bahkan sudah menjadi kebiasaan bagi pengunjung untuk meninggalkan kartu nama di tempat ini sebagai salah satu cara untuk menandai bahwa mereka pernah berada di sana.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved