DIY

Sikap Gerakan Masyarakat Tionghoa Indonesia bagi NKRI

Dalam keterangan tertulisnya, GEMATI menyatakan siap mendukung Jokowi sebagai presiden pada perhelatan pemilu 2019 mendatang.

Sikap Gerakan Masyarakat Tionghoa Indonesia bagi NKRI
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Para anggota GEMATI saat melangsungkan acara konferensi pers di Umbulharjo, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai reaksi terhadap sekumpulan tokoh Tionghoa yang diinisiatori oleh Lieus Sungkharisma pada Rabu (23/5/2018) lalu yang menyerukan #2019GantiPresiden di kawasan Jakarta Barat, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Tionghoa Indonesia (GEMATI)'>Gerakan Masyarakat Tionghoa Indonesia (GEMATI) bagi NKRI, menentang bahwa pernyataan tersebut berasal dari Etnis Tionghoa, serta mempertanyakan ketokohan mereka.

Siput Lokasari, sebagai inisiator GEMATI menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh Lieus tersebut, dan mengatakan saat ini bukan waktunya untuk dukung-mendukung.

Dia juga mengklaim bahwa GEMATI yang telah didukung dari sejumlah kota besar di Indonesia, siap untuk mengikuti aturan pemerintah sekarang.

"Perkara mau satu atau dua periode itu bukan urusan satu dua orang, tapi itu nanti waktu pada pemilu. Kalau mau milih presiden nanti 2019, sebelum itu ya sudah, jangan mendahului," ujarnya, Kamis (24/5/2018) di bilangan Umbulharjo, Yogya.

Ia melanjutkan, hasil pemilu 2014 lalu sebagai cerminan demokrasi yang memilih Jokowi sebagai Presiden harus dihormati, maka sebagai masyarakat seharusnya menghormati hal tesebut.

"Sepanjang beliau jadi presiden, kita ya harus loyal mendukung beliau. Tionghoa sepenuhnya mendukung pemerintah yang sah," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Edi Chrisjanto, anggota GEMATI, menjelaskan tindakan yang dilakukan segolongan orang yang mengklaim tokoh Tionghoa tersebut adalah perilaku yang meresahkan.

Dia menjelaskan bahwa momentum pergantian presiden telah diatur secara konstitusional dan harus diikuti.

"Tokoh-tokoh ini, sekarang begitu tidak sabaran, begitu keji, begitu jahat, mereka tidak mau melewati prosedur yang diamanatkan undang-undang, dan momentum mengganti presiden itu bukan sekarang dan itu ada kepentingan yang jahat sekali," tambahnya.

Dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada para jurnalis, GEMATI menyatakan siap mendukung Jokowi sebagai presiden pada perhelatan pemilu 2019 mendatang. (Tribunjogja.com)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help