Home »

DIY

DIY

TNGM Minta Pendaki Merapi Mengubah Sikap Demi Keamanan

Para pendaki hanya dibatasi hingga pos Pasar Bubrah, yang jaraknya sekitar 600 meter dari puncak.

TNGM Minta Pendaki Merapi Mengubah Sikap Demi Keamanan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah 2 TNGM Singgih Setianto di Kantor BPPTKG DIY, Minggu sore (20/05/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah 2 Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Singgih Setianto meminta agar para pendaki mematuhi aturan yang sudah diberikan.

"Kalau untuk aturan dan prosedur dari kita sudah jelas. Yang kita mau para pendaki mengubah sikapnya," jelas Singgih pada Minggu sore (20/05/2018) di Kantor BPPTKG DIY.

Aturan yang dimaksud oleh Singgih adalah batas aman para pendaki di Gunung Merapi.

Para pendaki hanya dibatasi hingga pos Pasar Bubrah, yang jaraknya sekitar 600 meter dari puncak.

Menurut Singgih, area puncak hanya diijinkan untuk kegiatan penelitian serta khusus bagi pihak yang berwenang.

"Para pendaki sudah kita berikan briefing sebelum mendaki oleh pengelola basecamp. Papan larangan pun sudah kita pasang di Pasar Bubrah," jelas Singgih yang memantau kawasan Merapi di Klaten dan Boyolali.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Singgih lantaran para pendaki saat kejadian erupsi freatik pada 11 Mei silam telah melanggar aturan.

Mereka diketahui mendirikan kemah di luar batas aman yang sudah ditetapkan.

Saat itu ada 160 pendaki yang berada di dekat puncak Merapi.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help