Bantul

Anggaran untuk Bantuan Air Bersih di Bantul pada 2018 Naik 50 Persen

Lebih dari 500 tangki air akan disiapkan BPBD untuk tahun ini ditambah bantuan dari dinas terkait lainnya maupun organisasi maupun bantuan swasta.

Anggaran untuk Bantuan Air Bersih di Bantul pada 2018 Naik 50 Persen
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid Nugroho
Ilustrasi bantuan air bersih: Warga RT 3, Sambikerep, Bangunjiwo, Bantul menerima bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Rabu (27/9/2017) pagi. Bantuan diberikan karena sumur warga kering saat penghujung musim kemarau. Sedangkan debit air dari PDAM sangat kecil. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Anggaran yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul untuk bantuan air bersih tahun 2018 mengalami kenaikan sekitar 50 persen.

Jika tahun lalu anggaran yang dibutuhkan Rp 50 juta, tahun ini anggaran mencapai Rp 75 juta.

“Kita siapkan Rp 75 juta untuk keperluan droping bantuan air tahun ini, tahun lalu Rp 50 juta tapi bisa kembali. Semoga dampak kekeringan di musim kemarau tahun 2018 ini tidak meluas dan tidak terlalu panjang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, Sabtu (19/5/2018).

Anggaran Rp 75 juta tersebut akan dipakai untuk biaya droping air ke beberapa wilayah rawan kekeringan di Bantul seperti Piyungan, Dlingo dan Imogiri.

Lebih dari 500 tangki air akan disiapkan BPBD untuk tahun ini ditambah bantuan dari dinas terkait lainnya maupun organisasi maupun bantuan swasta.

Baca: Dinas Pertanahan Bantul Periksa Coretan Tinta Merah Tanah Tutupan

Dijelaskan Dwi, cakupan kekeringan di wilayah Bantul tahun ini ia prediksi akan berkurang dibanding tahun lalu.

Tanpa menyebut luasan pasti, jumlahnya mengalami penurunan seiring program yang digalakkan BPBD menggandeng PDAM, Dinas Pekerjaan Umum dan dari swadaya masyarakat.

Hanya saja, meski cakupan wilayah terdampak kekeringan mengecil namun kebutuhan air warga Bantul menurut Dwi masih terus bertambah.

“Cakupan area kekeringan memang berkurang, tapi kebutuhan bertambah seiring semakin bertambahnya penduduk di Bantul,” kata Dwi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved