Gunungkidul

Pedagang Makanan di Gunungkidul Dihimbau Tidak Terang-terangan Berjualan pada Siang Hari

Satpol PP Gunungkidul mengimbau kepada pedagang makanan yang buka pada siang hari untuk tidak terlalu terang-terangan dalam menjajakan makanannya.

Pedagang Makanan di Gunungkidul Dihimbau Tidak Terang-terangan Berjualan pada Siang Hari
internet
Pemkab Gunungkidul

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Selama Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul mengimbau kepada pedagang makanan yang buka pada siang hari untuk tidak terlalu terang-terangan dalam menjajakan makanannya.

"Kami mengimbau untuk para pedagang yang berjualan pada siang hari agar tidak terlalu terang-terangan dalam menjajakan makanannya, saling empatilah dan tenggang rasa," terang Kepala Satpol PP Gunungkidul, Dwi Warna saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (17/5/2018).

Selanjutnya ia mengimbau untuk tempat-tempat hiburan agar tutup sementara pada bulan suci Ramadan kali ini, agar masyarakat yang menjalankan ibadah dapat khusyuk tidak terganggu oleh kegiatan-kegiatan negatif.

"Mau itu hiburan malam atau siang agar tutup sementara selama bulan suci Ramadan, agar yang menjalankan ibadah puasa tidak terganggu dan dapat beribadah khusyuk," terangnya.

Disinggung mengenai akan merazia warung makan atau tempat hiburan malam, pihaknya tetap akan memberikan imbauan terlebih dahulu.

"Kami mengimbau terlebih dahulu untuk razia kami akan merazia jika ada yang ngotot untuk buka, tetapi kami optimis bulan puasa ini tempat-tempat hiburan dapat mengindahkan imbauan dari kami, kami tidak mau membuat ramai dengan razia terlebih dahulu mengingat kondisi sekarang sedang tegang,"terangnya.

Sementara itu, seorang pedagang soto, Siwi mengatakan dirinya merubah jam buka warungnya, yang biasanya buka pada pagi hari berubah buka pada sore hari.

"Pagi saya tutup untuk bulan puasa, buka mulai sore hari, persiapan untuk berbuka puasa pelanggan," jelasnya.

Sementara itu pedagang lain makanan lainnya Bayu mengatakan tetap akan membuka warungnya tetapi tidak terang-terangan.

"Untuk awal puasa kami tutup selama dua hari, selanjutnya selama puasa kan tetap buka tetapi tidak terang-terangan mungkin akan menambah tirai atau kain untuk menutupi dagangan makanan, kami juga harus menghormati orang-orang yang menjalankan ibadah puasa," jelasnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help