Serial Masjid Bersejarah

Masjid Sulthoni Wotgaleh dan Mitos Pesawat Jatuh saat Melintas di Atas Masjid

Papan tulisan cagar budaya tampak terpampang di depan pagar bangunan yang sudah dibangun ratusan tahun yang lalu tersebut.

Masjid Sulthoni Wotgaleh dan Mitos Pesawat Jatuh saat Melintas di Atas Masjid
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Cagar budaya peninggalan zaman Kerajaan Mataram Islam, Masjid Wotgaleh masih berdiri kokoh meski usianya sudah ratusan tahun. 

TRIBUNJOGJA.COM - Masjid Sulthoni Wotgaleh yang berada di Berbah tampak masih berdiri kokoh tepat di luar dari pagar bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Papan tulisan cagar budaya tampak terpampang di depan pagar bangunan yang sudah dibangun ratusan tahun yang lalu tersebut.

Dari arsitektur masjid akan dapat langsung menunjukan kepada pengunjung yang datang kesana, bahwa masjid tersebut sangat kental dengan corak mataram.

Sejatinya, masjid yang didirikan kurang lebih tahun 1600an tersebut pernah direncanakan untuk dipindahkan, karena rencana perluasan bandara yang dilakukan pada sekitar tahun 1950 yang lalu.

Namun karena satu dan lain hal, rencana pemindahan masjid tersebut urung dilakukan, sehingga saat ini keberadaanya justru tampak ganjil, karena bisa dibilang masjid tersebut berada di dalam teritori Bandara Adisutjipto.

"Dahulu di kanan dan kiri masjid ini masih ramai, namanya Desa Wotgaleh, tapi karena perluasan bandara beberapa puluh tahun lalu, sekarang tinggal menyisakan masjid Sulthoni ini," cerita Ketua Takmir Masjid Sulthoni Wotgaleh, Muhammad Tukijan.

Kisah selengkapnya terkait masjid Sulthoni Wotgaleh dapat dibaca di koran Tribun Jogja edisi Jumat (18/5/2018) halaman 1. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help