Kriminal

Kedapatan Bawa Sajam, Seorang Pelajar di Sleman Diamankan Polisi

Meski masih di bawah umur, tersangka tetap diproses lebih lanjut dengan ketentuan yang berlaku.

Kedapatan Bawa Sajam, Seorang Pelajar di Sleman Diamankan Polisi
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang pelajar berinisial DDP (16), warga Kandangan, Margodadi, Seyegan, Sleman harus berurusan dengan unit Reskrim Polsek Minggir karena kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) beberapa hari lalu.

Bahkan, dari penggeledahan petugas mendapati sebatang pemukul besi, pisau dan gir motor yang sudah dimodifikasi.

Selain itu, DDP mengakui jika pernah menggunakan sajam yang disita petugas untuk menyerang sekolah lain.

Kapolsek Minggir, AKP Supardi mengatakan bahwa diamankannya DDP bermula saat seorang satpam salah satu sekolah bernama Handoko (27), warga Ngepringan, Sendangrejo, Minggir, Sleman mendapati beberapa orang tengah nongkrong di sebuah warung daerah Sendangadi, Minggir, Sleman.

Saat itu pula saksi melihat seorang pelajar yakni DDP tengah memainkan senjata pemukul jenis knock berbahan logam.

Baca: Dua Orang Pria di Danurejan Diamankan Polisi karena Kedapatan Bawa Sajam

Merasa hal itu berpotensi untuk melukai bahkan mengarah kepada tindak kriminal akhirnya saksi melaporkan hal tersebut kepada pihaknya.

Mendapat laporan tersebut petugas langsung menuju ke lokasi yang dimaksud untuk selanjutnya mengamankan yang bersangkutan ke Mapolsek Minggir.

"Saat dilakukan penggeledahan, kami temukan sebuah gir modifikasi, pedang sepanjang 50 centimeter, dan dua stik besi dengan panjang 70 centimeter disembunyikan di atap rumah yang dijadikan tempat nongkrong," katanya, Kamis (17/5/2018).

Sambung Kapolsek, setelah penangkapan tersebut DDP di gelandang ke Mapolsek Minggir berikut dengan barang bukti saja yang ditemukan saat dilakukan penggeledahan.

DDP mengaku bahwa membawa sajam tersebut untuk berjaga-jaga, selain itu DDP mengakui bahwa salah satu sajam yang disita pihaknya pernah digunakan dalam aksi penyerangan.

Baca: 24 Orang yang akan Tawuran di Demangan Diamankan Polisi Beserta Bukti Sajam

"Dari pengakuan, yang sebilah pedang dengan panjang 50 cm pernah digunakan untuk melakukan pengancaman dan tawuran dengan sekolah lain. Untuk itu, saat ini masih akan kami dalami lagi," ucapnya.

Ditambahkan Kapolsek, meski masih di bawah umur, tersangka tetap diproses lebih lanjut dengan ketentuan yang berlaku.

Dikatakannya, atas perbuatannya, DDP dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan sajam, untuk ancamannya hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

Tak lupa Kapolsek mengimbau kepada para orangtua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap anak dan anak didiknya.(TRIBUNJOGJA.COM)

"Untuk orangtua dan pihak sekolah dihimbau memperketat pengawasan kepada anak-anaknya. Seperti setelah pulang sekolah dihimbau langsung pulang ke rumah dan tidak nongkrong-nongkrong dulu," pungkasnya.

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help