Satu Peluru Sniper Inggris, Tewaskan Tiga Anggota ISIS dari Jarak 1800 Meter

Peluru ditembakan dari laras senapan L115A, langsung mengenai seorang anggota ISIS yang tengah memegang senapan mesin.

Satu Peluru Sniper Inggris, Tewaskan Tiga Anggota ISIS dari Jarak 1800 Meter
AP Photo
Ilustrasi sniper. 

TRIBUNJOGJA.com, BAGHDAD - Sebuah kisah kehebatan sniper Inggris (SAS) terungkap.

Penembak runduk yang identitasnya dirahasiakan ini dikabarkan berhasil menewaskan tiga anggota militan ISIS dengan sekali tembakan dari jarak 1800 meter. 

Peristiwa itu berlangsung ketika mereka melakukan misi di sebuah daerah terpencil di Mosul, Irak.

Seorang sumber terpercaya kepada The Daily Star Sunday mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada saat momen kritis sekitar akhir November 2016 lalu.

Baca juga:

Sniper Israel Tewaskan 41 Warga Palestina di Gaza Saat Peresmian Kedubes AS di Jerusalem

Kisah Tatang Koswara, Sniper Terbaik Dunia dan Misi Penting yang Dirahasiakannya

Ngeri, Seperti Ini Cara Keji ISIS Menyiksa dan Mengeksekusi Mati Prajurit Suriah

Seorang anggota ISIS sudah bersiap untuk membunuh warga sipil. Sadar tak punya banyak waktu, sniper ini langsung mengarahkan moncong senapannya untuk melumpuhkan anggota ISIS tersebut.

Magnum L115A
Magnum L115A

Peluru ditembakan dari laras senapan L115A, langsung mengenai seorang anggota ISIS yang tengah memegang senapan mesin.

Peluru tersebut menembus kepalanya kemudian mengenai dada anggota ISIS lainnya.

Lesatan peluru tak berhenti, lantaran langsung menembus dada dan mengenai dinding tembok yang kemudian memantul mengenai leher seorang anggota ISIS lainnya.

Dua orang anggota ISIS tewas seketika, sementara orang ketiga tewas sekitar 20 detik kemudian.

Anggota SAS lainnya kemudian mengonfirmasi bahwa ketiga anggota ISIS tersebut sudah tewas. Mereka mengambil sidik jari dan foto sebelum kemudian meninggalkan lokasi menggunakan helikopter.

Sumber tersebut mengibaratkan bahwa tembakan itu merupakan tembakan yang sangat langka yang mungkin sulit untuk diulang. (*)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help