Home »

DIY

DIY

Pemda DIY Lantik 4 Pejabat Eselon 2, Tiga Posisi Masih Kosong

Meski jabatan yang dilelang sudah terisi, kursi-kursi lowong pejabat tinggi pratama di Pemda DIY tampaknya belum sepenuhnya tertutup.

Pemda DIY Lantik 4 Pejabat Eselon 2, Tiga Posisi Masih Kosong
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyalami para pejabat baru Pemda DIY, usai pelantikan di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Empat pejabat eselon 2 di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY resmi dilantik, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/5/2018).

Dalam kesempatan tersebut, turut dilantik pula sejumlah pejabat eselon 3 (78) dan eselon 4 (50).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Agus Supriyanto, mengatakan bahwa empat pejabat eselon 2 yang dilantik itu, merupakan hasil dari rangkaian proses lelang jabatan, yang telah dilangsungkan oleh pihaknya sejak beberapa waktu lalu.

"Pejabat hasil seleksi ditempatkan sesuai dengan posisi yang mereka daftar. Jadi, itu sesuai dengan apa yang diharapkan teman-teman," katanya.

Empat pejabat itu, yakni Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Tri Mulyono, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Noviar Rahmad, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Endang Siwi Ediningsih, serta Kepala Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM), Arief Hidayat.

"Untuk BKPM, yang diisi Pak Arief (Hidayat), kan dari (Kementerian) Luar Negeri. Saat lelang jabatan lalu, yang daftar ada tiga, memang dari Kemenlu semua," tutur Agus.

Namun, meski jabatan yang dilelang sudah terisi, kursi-kursi lowong pejabat tinggi pratama di Pemda DIY tampaknya belum sepenuhnya tertutup.

Pasalnya, terdapat pergeseran yang melibatkan sedikitnya dua pejabat eselon 2 lama, untuk mengisi posisi baru.

Sebut saja jabatan Kepala Dinas Kebudayaan, yang dipastikan mengalami kekosongan, setelah pejabat lama, Umar Priyono, ditarik menjadi salah satu Staf Ahli Gubernur DIY.

Begitu juga dengan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, yang ditinggalkan Sukamto.

"Dinas Kebudayaan kosong, tapi kan ada wakilnya. Toh, wakilnya juga menguasai. Jadi, di-Plt (pelaksana tugas)-kan. Terus Pak Sukamto menggantikan posisi Pak Tri (Mulyono), Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Setda DIY)," cetusnya.

"Posisi yang ditinggalkan Pak Tri itu kan juga krusial sekali to, karena mengurusi lelang dan sebagainya. Pak Kamto yang dianggap menguasai," tambah Agus.

Di samping itu, lanjutnya, pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah mengisi kekosongan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM), yang sampai sejauh ini masih ditempati Muhammad Mansur, selaku Plt.

"PU tidak terisi, karena memang tidak ada yang mendaftar saat lelang jabatan. Kita sudah surati KSN, tapi KSN lempar suara, suruh surati Kemenpan. Kita lakukan itu, tapi sudah 2-3 minggu sejak menyurati, belum ada jawaban," keluhnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help