Kulonprogo

Inovasi Kerakyatan Kulonprogo Menuju New York

Kabupaten terbarat di DIY ini dipandang memiliki konsep perekonomian kerakyatan yang inovatif dan menarik bagi negara-negara asing.

Inovasi Kerakyatan Kulonprogo Menuju New York
istimewa
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat mempresentasikan inovasi perekonomian kerakyatan ala Kulonprogo dalam forum ICSB di markas PBB di New York, beberapa waktu lalu. 

Di antaranya program Bela Beli Kulonprogo untuk mengangkat produk lokal beserta pendampingan pemerintah daerah terhadap para pelaku UMKM hingga pemberdayaan koperasi rakyat yang mengakuisisi toko modern berjejaring menjadi toko modern milik rakyat atau biasa disebut Toko Milik Rakyat (Tomira).

"Bagi mereka (forum internasional), itu jadi penting karena nilai humanismenya tinggi. Kami bersyukur karena hal-hal kecil ini dihargai dunia dan ini membesarkan hati dan semangat kami," kata Hasto, sepulang dari New York, Rabu (16/5/2018).

Hasto memaparkan, konsep lama berbisnis, baik skala kecil maupun medium hanyalah mementingkan satu nilai saja yakni besaran kapital.

Konsep tersebut kini sudah berubah seiring perkembangan zaman dan bergeser pada pentingnya pemenuhan nilai-nilai lain.

Dalam konsep ekonomi kerakyatan di Kulonprogo, kata Hasto, nilai-nilai itu datang dari unsur tepa salira dan memanusiakan manusia secara kemanusiaan yang berwujud sikap kegotongroyongan.

Konsep kegotongroyongan terimplementasikan melalui program Bela Beli Kulonprogo dan pemberdayaan koperasi untuk mengoperasikan toko modern.

Tomira mengakomodasi penjualan produk-produk UMKM binaan Pemkab.

Saat ini, sudah ada lebih dari 10 unit Tomira yang berdiri sejak program ini mulai dikembangkan Pemkab pada sekitar 2014 lalu.

Program itu sendiri merupakan inisiatif Hasto untuk melindungi pengusaha kecil dari masifnya penguasan pasar oleh toko berjejaring. (*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved