Kulonprogo

Dekati Warga Penolak Bandara NYIA, Bupati Kulonprogo Ingin Safari Ramadan

AP I bersama Pemkab dan aparat keamanan bersepakat untuk tidak melakukan kegiatan eksekusi saat Ramadan.

Dekati Warga Penolak Bandara NYIA, Bupati Kulonprogo Ingin Safari Ramadan
Tribun Jogja/ Riski Halim
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo 

TRIBUNJOGJA.COM - Rencana eksekusi pengosongan lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon dipastikan tertunda hingga waktu yang belum diketahui.

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengaku pasrah kepada pemrakarsa pembangunan bandara tersebut terkait waktunya sembari menggencarkan pendekatan dialogis kembali dengan kelompok warga yang masih bertahan menolak proyek tersebut.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan Pemkab Kulonprogo bukanlah pengambil keputusan utama terkait pelaksanaan pengosongan lahan dan pemindahan warga terdampak bandara yang masih bertahan tinggal di area lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara tersebut.

Bola liar saat ini disebutnya ada di tangan PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa program pembangunan proyek nasional itu sedangkan Pemkab hanya mengikuti tahapannya sesuai kewenangan yang dimiliki.

"Kami ini bukan decision maker, hanya mengikuti program yang ditargetkan. Apa yang diinginkan AP I, kami mengikuti. Prinsip yang kami pegang, (pengosongan lahan) harus persuasif yang dilakukan," kata Hasto, Rabu (16/5/2018).

Seperti diketahui, semula AP I merencanakan untuk melakukan pengosongan lahan dan pemindahan warga itu sebelum masuk bulan puasa.

Sejumlah rapat koordinasi sudah bersama Pemkab dan aparat keamanan sudah digelar namun eksekusi itu belum juga dilakukan.

Sementara, semua pihak tersebut bersepakat untuk tidak melakukan kegiatan eksekusi tersebut saat Ramadan.

Hasto juga mengaku hingga saat ini belum ada rencana koordinasi lebih lanjut dan hingga kapan penundaan eksekusi itu akan dilakukan AP I.

Ia mengatakan bakal segera mengkomunikasikannya dengan AP I maupun instansi terkait lainnya.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help