Gunungkidul

Coklit di Gunungkidul Capai 100 Persen

Ada beberapa kendala yang ditemui saat coklit yaitu banyaknya warga Gunungkidul yang merantau dan tidak pulang saat coklit dilaksanakan.

Coklit di Gunungkidul Capai 100 Persen
ist
Komisi Pemilihan Umum 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja. Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Meskipun menemui beberapa kendala, tetapi proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) KPU Gunungkidul untuk data pemilih pemilu 2019 telah mencapai 100 persen.

Ketua KPU Kabupaten Gunungkidul, Moh Zaenuri Ikhsan menuturkan, setelah proses coklit proses selanjutnya adalah penyetoran ke panitia pemungutan suara (PPS) dan dilanjutkan entri data.

"Proses coklit sudah berlangsung sejak 17/4/2018, saat ini sudah mencapai 100 persen, dilanjutkan penyetoran ke PPS. namun data keseluruhan berapa, tidak memenuhi syarat berapa, baru akan diketahui setelah entri data," terangnya saat ditemui Tribunjogja Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan, ada beberapa kendala yang ditemui saat coklit yaitu banyaknya warga Gunungkidul yang merantau dan tidak pulang saat coklit dilaksanakan.

"Paling banyak orang mempunyai KTP atau KK Gunungkidul mereka merantau namun tidak pulang, mereka belum pindah penduduk. tetap kami catat dan kami akomodir," terangnya.

Selanjutnya Zaenuri mengatakan setelah entri dilakukan oleh PPS nantinya akan ada pleno terbuka rekapitulasi paling lama pada tanggal 8 Juni.

"Kami akan menghadirkan Panwas, maupun peserta pemilu dari pengurus partai. Harapan kita semua dapat terlibat dan memantau perkembangan proses Pemilu ini,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Panwaslu Gunungkidul, Antok mengatakan memang ada beberapa kendala tetapi tetap bisa berjalan lancar.

Kendala tersebut ialah data yang digunakan data lama jadi banyak data kurang valid.

Kedua, beberapa tempat sudah dicoklit namun tidak ditempeli stiker.

Ketiga, di beberapa tempat pemilih jauh dengan TPS.

“Jumlah TPS dengan jumlah pantarlih jauh lebih banyak TPS, Secara aturan seharusnya sama, lalu masih ada Pantarlih belum paham pengisian form A KPU, dalam melakukan coklit pantarlih tidak menggunakan alat kelengkapan. dibeberapa tempat ditemui pantarlih tidak bekerja sesuai regulasi atau aturan yang ada karena pekerjaannya malah dilimpahkan kepada orang lain,” kata Antok.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved