Cerita Hantu Noni Belanda dan Kuntilanak yang Menghuni Nusakambangan

Selain ketatnya sistem pengamanan, banyak kisah menarik bertebaran di seputar Lapas Kelas I Batu, Nusakambangan

Cerita Hantu Noni Belanda dan Kuntilanak yang Menghuni Nusakambangan
IST / Intisari
Salah satu sudut di Pulau Nusakambangan 

"Karena biasanya kalau pimpinan pakai, anak buah pada ikutan. Paling murah Rp 500 ribu, paling mahal pernah ada yang beli sampai belasan juta rupiah," imbuhnya.

Taufik mengungkapkan, batu akik Tumpang memiliki keunikan. Selain motifnya yang cantik, ketika disentuh motif di dalamnya seolah-olah bisa bergerak, atau sering disebut batu touchscreen. 

Kini seiring meredupnya pasar batu akik, permintaan mulai berkurang dan harga jualnya pun anjlok. Tetapi, pria asli kelahiran Pulau Nusakambangan itu tidak mempersoalkannya, sebab paling tidak dirinya pernah merasakan hasil dari menjual batu akik.

Selain itu, bapak empat orang anak itu juga mempunyai usaha sampingan lain, seperti membuat lukisan seputar Nusakambangan, hingga menghasilkan kerajinan minuatur kapal layar dari limbah pohon plalar. (tribunjateng/cetak/tim lipsus)

Editor: mon
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help