Home »

DIY

DIY

BI dan Perbankan DIY Siap Layani Penukaran Uang

Pelayanan akan dilakukan mulai 15-11 Juni 2018 melalui 98 loket titik penukaran.

BI dan Perbankan DIY Siap Layani Penukaran Uang
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
BI DIY saat konferensi pers terkait kesiapan pelayanan penukaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap penukaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri 2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta bekerjasama dengan perbankan DIY siap melayani kebutuhan uang kartal masyarakat dalam berbagai pecahan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto menuturkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan 40 Bank dengan jumlah 66 lokasi layanan kas.

Untuk menjangkau pelayanan hingga ke pelosok, BI bekerjasama dengan perbankan juga melakukan penukaran kas mobil bersama atau kas keliling di 31 tempat strategis seperti pasar tradisional, instansi pemerintahan, serta lokasi keramaian lainnya.

Pelayanan akan dilakukan mulai 15-11 Juni 2018 melalui 98 loket titik penukaran.

Budi menjelaskan berdasarkan proyeksi BI dan perbankan, estimasi kebutuhan layanan kas untuk transaksi penukaran dan penarikan uang selama periode Ramadan dan Idul Fitri adalah sebesar Rp 7,9 triliun.

Estimasi tersebut lebih tinggi Rp 2,4 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Oleh karena itu masyarakat tidak perlu cemas terhadap ketersediaan uang tunai.

"Kami tetap melayani dengan jumlah tersebut dan perbankan sudah melakukan estimasi mana yang untuk nasabah mana yang untuk masyarakat, jadi semua sudah diestimasikan," ujarnya Rabu, (16/5/2018).

BI juga telah menghimbau kepada perbankan DIY untuk untuk melayani masyarakat dan nasabah yang memerlukan Uang Pecahan Kecil (UPK) dengan baik.

"Biasanya selama Ramadan kan banyak masyarakat yang perlu UPK, untuk transaksi, penukaran atau uang saku dan kita siap untuk melayani itu," sambungnya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang pada tempat-tempat yang resmi serta tidak dipungut biaya agar meminimalisir risiko yang terjadi baik kesalahan perhitungan maupun keaslian dari uang tersebut.

"BI tidak akan bertanggungjawab atas resiko yang terjadi akibat masyarakat melakukan penukaran di tempat yang tidak resmi," tutupnya (tribunjogja.com)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help