Bom Meledak di Surabaya

'Mother Of Satan', Bom Andalan ISIS yang Digunakan untuk Aksi Teror di Indonesia

Usut punya usut bom yang mereka gunakan diduga sama dengan bom yang digunakan ISIS dalam rangkaian serangan di Irak dan Suriah.

'Mother Of Satan', Bom Andalan ISIS yang Digunakan untuk Aksi Teror di Indonesia
ist/tribunjatim
Kobaran api diduga dari bom bunuh diri di depan GKI Jl Diponegoro, Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam dua hari beruntun Surabaya dilanda teror, setelah serangkaian serangan bom terjadi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, teror bom terjadi di tiga gereja sekaligus pada Minggu (13/5/2018) kemarin lalu pagi, Senin (14/5/2018) serangan teror kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya.

Dengan kronologi hampir sama pelaku pemboman mengendarai kendaraan lalu ketika dihadang mereka meledakkan diri.

Usut punya usut bom yang mereka gunakan diduga sama dengan bom yang digunakan ISIS dalam rangkaian serangan di Irak dan Suriah.

Bom tersebut bernama 'Mother Of Satan' atau bisa dikatan sebagai "Ibu Setan", hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Dikutip dari Tribunnews, "Bahan peledak berjenis bubuk putih ini nama sebenarnya dalah peroksida aseton."

"Turunannya dapat meledak hanya karena terkena panas, gesekan atau goncangan. Bukan hanya karena tombol dipencet," kata Tito dalam keterangan persnya.

Bom jenis ini ternyata juga digunakan oleh ISIS dalam serangkaian serangan yang dilancarkannya di Irak dan Suriah.

Lalu mengapa ISIS dan kelompok teror di Indonesia menggunakannya?

Dikutip dari Ajc.com, bom yang disebut 'Mother Of Satan' itu digunakan karena volatilitas dan kapasitas untuk kerusakan ekstrem selama beberapa waktu.

Halaman
12
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help