Gunungkidul

Investor Tarik Aset dari Batoer Hills

Investor mengambil aset-asetnya di Batoer Hills desa Putat, dusun Batoer, Kecamatan Patuk pada hari Selasa (15/5/2018).

Investor Tarik Aset dari Batoer Hills
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Tukang melakukan pembongkaran di Batoer Hills, Putat, Patuk, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Investor mengambil aset-asetnya di Batoer Hills desa Putat, dusun Batoer, Kecamatan Patuk pada hari Selasa (15/5/2018).

Alasannya, dari pihak investor, Suswinarno mengatakan hal tersebut karena pengelola mengingkari perjanjian yang sudah disepakati.

"Ada beberapa perjanjian yang dilanggar oleh pihak pengelola dalam hal ini PT. Cipto Wening seperti tidak mengurus perizinan, pengelola tidak membagi hasil, jangankan bagi hasil memberikan laporan saja tidak," terang Suswinarno.

Selanjutnya ia mengatakan konsep awal pembangunan Batoer Hills ini menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat tetapi pada kenyataannya hal tersebut tidak dilakukan oleh pihak pengelola.

"Konsep awalnya adalah pemberdayaan masyarakat saya setuju soal itu sebagai contoh tenaga kerja dari desa bersangkutan, lalu memberdayakan seniman lokal seperti membuat tari sambutan untuk pengunjung, lalu bahan makanan yang digunakan seperti beras,gula dll untuk resto itu diputus," terangnya.

Baca: Investor Diminta Segera Bangun Pabrik di Sentolo

Suswinarno mengatakan masyarakat desa kesulitan untuk menggunakan pendapa yang notabene pendapa tersebut milik desa.

"Seniman-seniman dilarang untuk memajang karya seninya di pendopo, yang terjadi warga yang akan menggunakan pendopo dilarang oleh pengelola padahal pendopo tersebut milik desa," jelasnya.

Ia mengatakan, pihak pengelola tidak memberikan laporan penghasilan secara transparan bahkan tidak diberikan hasil dari keuntungan yang didapat.

"Untuk pembagian hasil perjanjiannya adalah 25 persen pengelola, 75 persen investor tetapi tidak dilakukan jangankan diberikan memberikan laporan saja tidak," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help