DIY

Sebelas Pasangan di Yogyakarta Ikuti Nikah Massal di atas Kendaraan Panser

Yang lebih unik lagi, tidak hanya melantangkan janji sehidup semati di atas kendaraan lapis baja, mas kawin para pengantin juga tidak lazim

Sebelas Pasangan di Yogyakarta Ikuti Nikah Massal di atas Kendaraan Panser
TRIBUNJOGJA.COM / Rizki Halim
Prosesi pelaksanaan ijab qabul di atas kendaraan panser 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu unit kendaraan panser, Senin (14/5/2018) sore tampak terparkir di depan Gedung DPRD DIY.

Kedatangan kendaraan taktis (rantis) tersebut kali itu bukan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang memang biasanya digelar di Gedung tempat wakil rakyat itu, namun unit panser itu justru akan menjadi tempat berikrarnya sejoli yang akan melangsungkan pernikahan.

Berbeda pada panser biasanya yang tampak gagah dan garang, panser yang hendak digunakan sebagai tempat ijab qabul hari itu justru terlihat cantik.

Hal tersebut dikarenakan, hiasan ornamen bunga-bungaan tertempel pada kendaraan militer tersebut.

Baca: Presiden Jokowi Ceritakan Pengalaman saat Mencoba Naik Panser Anoa

Kegiatan melakukan ijab qabul di atas panser tersebut merupakan rangkaian acar dari agenda nikah massal yang digelar oleh Fortais.

Ada 11 pasangan yang ikut serta dalam nikah massal sore hari itu, dan 10 diantaranya melangsungkan ijab qobul di atas kendaran panser, sedangkan satu pasang lainnya sudah melakukan prosesi pernikahan di gereja sehari sebelumnya.

Yang lebih unik lagi, tidak hanya melantangkan janji sehidup semati di atas kendaraan lapis baja, mas kawin para pengantin juga tidak lazim, seperti layaknya pernikahan pada umumnya.

Jika pernikahan pada umumnya menggunakan benda semacam seperangkat alat salat, uang atau perhiasan sebagi mas kawin, dalam nikah masal kali itu, mas kawin yang digunakan adalah pembacaan Pancasila dan bendera merah putih.

Baca: Unik! Ikut Nikah Massal, Para Wanita Jomblo Ini Lebih Pilih Nikahi Pohon Daripada Pria

Penggagas acara sekaligus Ketua Fortais, Ryan Budi Nuryanto menjelaskan alasan menggunakan Pancasila dan bendera merah putih sebagai mas kawin pernikahan para peserta nikah massal.

"Saat ini banyak terjadi krisis kemanusiaan di mana-mana, khususnya negeri ini baru dilanda kurangnya rasa kebangsaan, maka dengan dilakukannya pernikahan digarapkan dapat ditanamkan rasa kebangsaan dan cinta terhadap NKRI," terang Ryan.

Lebih lanjut, dirinya berharap agar pasangan yang menikah dapat menemukan kebahagiaanya setelah mengucapkan janji suci pernikahan.

"Harapannya agar dapat tercipta pasangan yang sejahtra lahir dan batin melalui acara ini," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rizki Halim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved