Home »

DIY

Bom Meledak di Surabaya

Ini Tujuan Puluhan Ormas Gelar Aksi Damai di Tugu

Koordinator aksi, Agung Budiawan, mengatakan, aksi yang melibatkan puluhan Ormas dari lintas agama ini merupakan aksi spontanitas.

Ini Tujuan Puluhan Ormas Gelar Aksi Damai di Tugu
IST
Peduli pada tragedi bom bunuh diri, puluhan Organisasi masyarakat menggelar aksi damai di depan Tugu Yogyakarta, Senin (14/5/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan organisasi masyarakat (Ormas) bersama-sama menggelar aksi damai di depan Tugu Pal Putih, Senin (14/5/2018) malam, pukul 19.30 WIB.

Koordinator aksi, Agung Budiawan, mengatakan, aksi yang melibatkan puluhan Ormas dari lintas agama ini merupakan aksi spontanitas.

Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan masyarakat untuk mengutuk tragedi teror yang dinilainya diluar batas kemanusiaan dan adab bangsa Indonesia.

"Kami disini mengutuk aksi terorisme, baik yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya maupun Sidoarjo," terangnya.

Aksi damai diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya dilanjutkan dengan orasi-orasi budaya.

Baca: Atasi Isu Terorisme, Risma Larang Warga Bergerombol di depan Gereja

Orasi yang dilakukan oleh sejumlah perwakilan ormas pada pokoknya mengecam aksi teror yang terjadi dan mendesak kepada DPR RI untuk secepatnya dapat mengesahkan UU Anti terorisme.

Selain orasi budaya, dalam aksi ini juga dibacakan pernyataan sikap untuk bersama-sama mendukung aparat negara, memberantas terorisme di Indonesia.

Tampak hadir dalam aksi damai ini, perwakilan dari ormas NU, perwakilan Kanwil Depag, kelompok gereja, Danramil Jetis, Kapolsek Jetis dan sejumlah organisasi masyarakat.

Agung mengungkapkan, dengan adanya aksi damai ini diharapkan masyarakat bisa solid, bergandengan tangan bersama pemerintah, Polisi dan aparat negara untuk berjuang melawan terorisme di bumi Indonesia.

Baca: Peduli Bom Surabaya, Puluhan Ormas Yogya Gelar Aksi Damai di Tugu

"Kita mendorong masyarakat untuk aktif dari lingkungan masing-masing. Ketika datang orang baru, segera perhatikan. Bukan untuk memata-matai tapi waspada dengan situasi yang ada," katanya.

Menurutnya, aksi yang terjadi di Surabaya merupakan aksi yang di luar batas kemanusiaan. Tidak bisa dibenarkan dalam agama manapun.

"Bagaimana bisa seorang Ibu membawa anaknya untuk bunuh diri melakukan pengeboman. Ini benar-benar diluar adab kebiasaan masyarakat Indonesia," tegas dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help