Pendidikan

Deni Buat Model Peramalan Pola Penyebaran Demam Berdarah Dengue

Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya.

Deni Buat Model Peramalan Pola Penyebaran Demam Berdarah Dengue
IST
Fakultas MIPA UGM menggelar Ujian Sidang Terbuka Promosi Doktor dalam Bidang Ilmu Komputer oleh Deni Mahdiana, Senin (14/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fakultas MIPA UGM menggelar Ujian Sidang Terbuka Promosi Doktor dalam Bidang Ilmu Komputer oleh Deni Mahdiana, Senin (14/5/2018).

Deni yang merupakan Wakil Dekan Bidang Riset, PPM dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur mengangkat disertasi berjudul "Model Peramalan Jumlah Kasus dan Pola Distribusi Penyebaran Demam Berdarah Dengue."

Dalam paparan disertasinya, Deni Mahdiana menjelaskan Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis.

Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya.

Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara.

Baca: Gejala Penyakit Langka Kawasaki Mirip Demam Berdarah, Begini Kisah Seorang Bocah yang Terjangkit

"Rendahnya kemampuan dalam mengantisipasi kejadian DBD antara lain disebabkan karena waktu, tempat dan angka kejadian belum dapat prediksi dengan baik," ujarnya,

Selain alasan itu, ia juga menyebut bahwa selama ini juga belum tersedianya indeks dan peta kerentanan wilayah berdasarkan waktu kejadian, serta belum tersedianya model peramalan kejadian penyakit DBD yang dapat diandalkan.

Untuk itu, dalam penilitiannya, ia memiliki tujuan mengembangkan model peramalan jumlah kasus dan pola distribusi penyebaran penyakit DBD multivariat time series dengan menggunakan kombinasi metode Vector Autoregressive dan Spatial Autocorrelation (VARSA).

Metode ini dalam prosesnya juga menggunakan data suhu maksimal, suhu rata-rata, curah hujan, lama penyinaran matahari, Jumlah kasus DBD dan data tingkat kepadatan penduduk perkecamatan.

Baca: Dinkes DIY Ingin Masyarakat Terapkan Hidup Bersih untuk Tekan DBD

"Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah Membantu Dinas kesehatan dalam membuat perencanaan yang matang untuk pencegahan meningkatnya jumlah kasus dan pola distribusi penyebaran DBD dimasa yang akan datang," ujarnya.

Ia menilai, perencanaan tersebut diperlukan agar tidak terjadi masalah seperti keterlambatan tindakan pencegahan, bertambahnya korban jiwa dan kurangnya ruangan serta petugas untuk penanganan Pasien DBD.

Selain Deni, sebelumnya Fakultas MIPA UGM sudah meluluskan tujuh Doktor Ilmu Komputer dari Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur dalam Sidang Tertutup.

Universitas Budi Luhur Jakarta pun memberikan penghargaan sebesar- besarnya kepada delapan Doktor Ilmu Komputer Fakultas Teknologi Informasi (FTI ) Universitas Budi Luhur Lulusan FMIPA UGM.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help