Home »

DIY

» Bantul

Bom Meledak di Surabaya

Antisipasi Pengiriman Bahan Peledak, JNE Yogyakarta Perketat Pemeriksaan

Hal ini demi mempersempit ruang gerak transaksi benda berbahaya via jasa pengiriman.

Antisipasi Pengiriman Bahan Peledak, JNE Yogyakarta Perketat Pemeriksaan
IST
Branch Manajer JNE Yogyakarta, Adi Subagyo (baju batik) saat meresmikan Kantor Cabang JNE Bantul di Jl Wachid Hasyim, Ringinharjo, Bantul, Senin (14/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Situasi kurang kondusif akibat peledakan bom di Surabaya beberapa waktu terakhir membuat pengelola jasa pengiriman ikut meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini demi mempersempit ruang gerak transaksi benda berbahaya via jasa pengiriman.

Branch Manajer JNE Yogyakarta, Adi Subagyo, Senin (14/5/2018) menyebut, jasa pengiriman paket online memang menjadi salah satu media strategis dalam proses transaksi di era digital.

Tak terkecuali benda terlarang seperti narkoba, benda tajam atau bahan peledak.

Baca: Minat Masyarakat Bantul Pakai Jasa Pengiriman Online Tinggi

"SOP (Standart Operasional Prosedur) kami mewajibkan barang yang dikirim diperiksa terlebih dahulu. Kami tidak melayani pengiriman benda terlarang seperti narkoba, benda tajam, maupun bahan yang dicurigai mengandunh unsur bahan peledak," kata Adi.

Adi menyebut, pengalaman beberapa waktu lalu memang sempat ada klien yang mengirim benda berupa logam selongsong.

Karena saat diperiksa menggunakan sinar X-Ray tidak lolos, maka pihak JNE tak lagi menerima jasa pengiriman untuk barang serupa.

"Kecuali si pemilik barang memberi penjelasan secara rinci tentang fungsi barang yang dikirim. Sekaligus sebagai bukti pertanggungjawaban. Kami berkomitmen untuk terus memperketat pemeriksaan untuk mereduksi pengiriman barang lewat jasa kami," kata Adi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help