Pendidikan

Sambangi SDN Bunder II Gunungkidul, Mahasiswa MM UGM Bagikan Semangat Antikorupsi ke Anak-anak

Dilakukannya agenda ini adalah karena mereka ingin menyebarkan virus antikorupsi pada masyarakat di daerah pedesaan.

Sambangi SDN Bunder II Gunungkidul, Mahasiswa MM UGM Bagikan Semangat Antikorupsi ke Anak-anak
Dokumen Ergi Fathurachman
Mahasiswa MM UGM memberika sosialisasi antikorupsi di SDN Bunder II, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (12/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam rangkaian proyek sosial '30 Kelas Inspirasi MM UGM,' empat mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada kali ini menyambangi SDN Bunder II, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (12/5/2018).

Dari kiri ke kanan: Lutfi, Ergi, Yunita Putri, dan Sheila.
Dari kiri ke kanan: Lutfi, Ergi, Yunita Putri, dan Sheila. (Dokumen Ergi Fathurachman)

Ergi Fathurachman, Luthfi Patria, Sheila Diah N, dan Yunita Dwi Kurnia P. perwakilan dari kelompok lima angkatan 70 MM UGM, mengajarkan pemahaman antikorupsi dengan cara yang ringan dan menyenangkan pada murid-murid kelas 4 dan 5.

Para mahasiswa MM UGM memberi pemahaman antikorupsi melalui sebuah permainan dan bernama SEMAI.

Murid-murid SDN Bunder II sedang bermain SEMAI.
Murid-murid SDN Bunder II sedang bermain SEMAI. (Dokumen Ergi Fathurachman)

SEMAI atau Sembilan Nilai antikorupsi yang berupa papan permainan.

Permainan ini diadaptasi dari bentuk sosialiasi antikorupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Baca: JPW Berharap KPK Bisa Usut Tuntas Terkait Dugaan Korupsi Menara Telekomunikasi di Yogya

Di dalam permainan tersebut terdapat soal-soal dan contoh-contoh antikorupsi yang ada di keseharian.

Sembilan nilai yang ada pada permainan ini adalah kejujuran, kepedulian, kemandirian, keadilan, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, keberanian dan kedisiplinan.

Mahasiswa mendampingi para murid bermain SEMAI.
Mahasiswa mendampingi para murid bermain SEMAI. (Dokumen Ergi Fathurachman)

Ergi Fathurachman ketika dihubungi reporter Tribunjogja.com melalui pesan singkat, Minggu (13/5/2018), mengatakan para murid cukup antusias pada proses pembelajaran yang menyenangkan ini.

"Mereka antusias dengan permainan ini, karena visualnya juga menyengangkan anak anak," kata Ergi.

"Di samping itu soal-soal yang ada di setiap kartu pada SEMAI merupakan kejadian sehari hari, sehingga mereka bisa menebak dengan baik nilai-nilai yang terkandung di dalamnya," lanjutnya.

Kunjungan mahasiswa MM UGM ini dalam rangkaian proyek sosial '30 Kelas Inspirasi MM UGM.'
Kunjungan mahasiswa MM UGM ini dalam rangkaian proyek sosial '30 Kelas Inspirasi MM UGM.' (Dokumen Ergi Fathurachman)

Ergi menambahkan, dilakukannya agenda ini adalah karena mereka ingin menyebarkan virus antikorupsi pada masyarakat di daerah pedesaan.

Selain itu, menurut Ergi belum ada kurikulum yang jelas di sekolah dasar terkait pemberantasan korupsi, itulah yang membuat para mahasiswa ini tertantang untuk memberikan pemahaman antikorupsi di sana.

"Kami ingin generasi muda Gunungkidul mempunyai nilai antikorupsi yang kuat sejak dini," ungkap Ergi.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help