PSIM Yogyakarta

PSIM Yogya Waspadai Set Piece Berbahaya Persiba Balikpapan

Antisipasi terhadap skema bola mati Persiba Balikpapan ini merupakan hal krusial bagi Laskar Mataram.

PSIM Yogya Waspadai Set Piece Berbahaya Persiba Balikpapan
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Latihan tim PSIM di Stadion Sultan Agung, Minggu (13/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - PSIM Yogya menyadari potensi bahaya eksekusi-eksekusi bola mati yang dimiliki calon lawannya di pekan kelima Liga 2 2018, Persiba Balikpapan, yang akan dijamu di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (15/5/2018).

Antisipasi terhadap skema bola mati Persiba Balikpapan ini merupakan hal krusial bagi Laskar Mataram.

Pasalnya, di laga terakhirnya kontra Persigo Semeru FC pekan lalu, tim berjuluk Beruang Madu mampu mencetak 3 gol melalui skema bola mati maupun tendangan sudut.

Di sisi lain, pelatih PSIM Yogya, Bona Simanjuntak, mengakui titik lemah anak asuhnya di laga sebelumnya kontra Persegres yang dimenangkan 3-2 tersebut, Laskar Mataram harus memungut dua gol melalui skema set piece.

"Kita evaluasi yang kita rasa kurang, kita drill lagi 3 pemain di depan agar lebih tajam. Tadi juga kita latih set piece dan pergerakan anak-anak, kapan mereka ambil keputusan yang benar di lapangan," kata Bona seusai memimpin latihan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (13/5/2018).

Selain melakukan evaluasi pada sektor depan untuk mengasah penyelesaian akhir dan sektor belakang yang dinilai lemah mengantisipasi bola set piece, Bona mengaku latihan tersebut juga sebagai upaya menjaga kondisi kebugaran anak asuhnya.

"Gol Balikpapan 3-0 terakhir berawal dari set piece, kita sudah latihan dan kita bisa tahu antisipasinya bagaimana dan saya bilang kalau masuk ke kotak penalti kita harus tempel, jangan sampai lepas," ungkap Bona.

Ia pun berharap kemenangan di laga terakhir dapat mendongkrak kepercayaan diri Hendika Arga dkk untuk meraih kemenangan perdana di kandang, sekaligus memperkecil defisit poin menjadi -1 saja sebelum jeda kompetisi di bulan puasa.

"Kita selalu sampaikan pada anak anak untuk lupakan defisit 9 poin itu. Mudah-mudahan hasil kemarin juga membawa dampak yang positif bagi anak-anak," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help