Travel

Berwisata Sambil Belajar Sejarah di Lawang Sewu Semarang

Bangunan yang terletak di Bundaran Tugu Muda ini memiliki pesona arsitektur Eropa yang begitu indah.

Berwisata Sambil Belajar Sejarah di Lawang Sewu Semarang
dok.PT TWC
Wisatawan di Lawang Sewu Semarang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Jika anda berwisata ke Kota Semarang, jangan lupa untuk berkunjung ke salah satu ikon wisata di Kota Semarang, yakni Lawang Sewu.

Bangunan yang terletak di Bundaran Tugu Muda ini memiliki pesona arsitektur Eropa yang begitu indah.

Lawang Sewu memiliki lima bangunan yang menyuguhkan banyak sudut menarik dengan pemandangan arsitektur yang memukau layaknya bangunan tua di Eropa.

"Di Lawang Sewu ini ada sekitar 100 ruangan dan 928 pintu," ujar Suharyono selaku Pemandu Wisata Lawang Sewu.

Sejarah gedung yang dibangun dimulai 27 Februari 1904 dan selesai Juli 1907 ini tak lepas dari sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Hal ini karena gedung ini sebagai Het Hoofdkantor van de Nederlandsch Indische Spoorweg Maatscaapij (NIS).

"Bangunan ini direnovasi tahun 2009 dan selesai tahun 2011," lanjutnya kepada Tribunjogja.com pada Minggu (13/5/2018).

Bangunan Lawang Sewu dulunya merupakan kantor pusat perusahaan kereta pertama kali yang membangun jalur kereta menghubungkan Semarang dengan 'Vorstenlanden' yakni Surakarta dan Yogyakarta dengan jalur pertama Semarang-Tanggung tahun 1887.

Nama Lawang Sewu berasal dari julukan bahasa jawa yang diberikan masyarakat Semarang.

Lawang memiliki arti 'pintu' dan Sewu memiliki arti 'seribu' sebuah toponim terhadap bangunan ini sejak berpuluh tahun lalu karena memiliki pintu yang jumlahnya sangat banyak.

"Lantai 2 dulunya perkantoran kereta api, sekarang dikosongkan. Seluruh koleksi ada di lantai 1. Jumlahnya sekitar 200an koleksi," terangnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved