Travel

Menilik Bangunan Sejarah di Kawasan Pabrik Gula De Tjolomadoe

Pabrik gula ini didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV pada tahun 1861.

Menilik Bangunan Sejarah di Kawasan Pabrik Gula De Tjolomadoe
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Sejumlah wisatawan saat berkunjung ke Pabrik Gula De Tjolomadoe, Sabtu (12/5/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, KARANGANYAR - Pabrik Gula De Tjolomadoe merupakan sebuah destinasi wisata yang mulai beroperasi sejak 24 Maret 2018 lalu ini dulunya bernama Pabrik Gula Colomadu.

Pabrik gula ini didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV pada tahun 1861.

Pemandu Wisata De Tjolomadoe, Jufri Arif menuturkan, selain pabrik gula, bangunan yang ada di kawasan ini yakni Rumah Besaran yang dulunya merupakan kediaman KGPAA Mangkunegara IV.

"Ada gazebo, pendopo. Di pendopo, setiap kegiatan panen tebu,  KGPAA Mangkunegara IV hadir di situ (pendopo) untuk melihat kegiatan pesta panen tebu," ujarnya pada Sabtu (12/5/2018).

Lebih lanjut Jufri menambahkan, bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 6.4 hektar ini dibangun sekitar tahun 1900an.

"Yang istimewa Rumah Besaran ini memiliki arsitektur Indische. Rumah Besaran kita pertahankan tidak diotak-atik karena bangunan cagar budaya. Nggak ada perubahan gaya arsitekturnya," lanjutnya.

Ditambahkannya, pada kawasan ini juga terdapat pom bensin rumah oli yanv dipertahankan keberadaannya hingga saat ini.

"Dulu pabrik gula pakai kereta untuk distribusi lalu berkembang mengunakan truk untuk distribusi. Pom ini dipertahankan keberadaannya supaya bisa menceritakan sejarah pabrik gula," terang dia.

Jufri menceritakan, pada tahun 1998 terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan pabrik gula berhenti beroperasi karen tebu berkurang dan pembuatan gula fokus di Tasikmadu.

"Karena bahan produksi gula di area sini nggak ada, pabrik gula dipusatkan ke Tasikmadu," imbuhnya.

Menariknya, pembangkit listrik pada pabrik gula ini menggunakan listrik sendiri, bukan menggunakan listrik PLN.

"Ada mesin untuk produksi listrik dan ada mesin uap. Mereka memproduksi listrik untuk pabrik gula," jelasnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved