Djoko Pekik Terpilih Secara Aklamasi Jabat Ketum KONI DIY

Ia terpilih mengisi jabatan yang ditinggalkan Ketum sebelumnya, Almarhum Hadianto Ismangoen.

Djoko Pekik Terpilih Secara Aklamasi Jabat Ketum KONI DIY
internet
KONI DIY 

TRIBUNJOGJA.COM - Djoko Pekik Irianto resmi menjabat sebagai ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY usai dipilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Daerah Luar Biasa (Musordalub) yang digelar di Tara Hotel, Sabtu (12/5/2018).

Ia mengisi jabatan Ketum menggantikan Almarhum Hadianto Ismangoen.

Sebagai ketua umum terpilih, Djoko mengaku akan menjadikan PON XX 2020 Papua sebagai agenda utama. Menurutnya di masa kepemimpinan, meningkatkan prestasi DIY di kancah nasional merupakan target yang harus difokuskan saat ini.

“Saat ini program utama kami adalah menyiapkan atlet untuk bisa berprestasi di ajang PON 2020 di Papua mendatang. Targetnya mempertahankan prestasi di PON sebelumnya 2016. Bisa dari jumlah medali atau peringkatnya,” katanya ditemui usai Musordalub.

KONI DIY di bawah kepemimpinan Djoko Pekik juga mendapatkan pekerjaan rumah dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X untuk mencetak dan menyumbang atlet yang memiliki prestasi hingga tingkat internasional. Salah satunya di even Asian Games yang digelar dengan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Dari 41 cabang olahraga, 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cbang olahraga non olimpiade, berapa medali yang bisa disumbangkan atlet DIY bagi Indonesia. Jika memang ada, cabang itulah yang harus digenjot secara spartan agar peluangnya bisa menjadi kenyataan,” tegas Sultan.

Dalam Musordalub ini, Djoko yang sebelumnya menjabat sebagai ketua I KONI DIY ini menjadi satu-satunya bakal calon yang maju di bursa pencalonan ketua umum KONI DIY periode 2017-2021. Setelah menjalani verifikasi oleh tim penjaringan dan penyaringan KONI DIY, Djoko Pekik yang menjadi satu-satunya pendaftaran pada bursa Ketum dinyatakan lolos persyaratan administratif untuk naik menjadi calon.

“Di awal sidang pleno tim penjaringan dan penyaringan KONI DIY juga kami persilahkan presentasi untuk kepastian calon tersebut, dan memang hanya ada 1 pendaftar saja,” kata ketua sidang pleno, Andi Hirawan.

Sesuai ketentuan tata tertib, pimpinan sidang pleno menanyakan ke peserta kelanjutan proses pemilihan melalui mekanisme voting atau musyawarah mufakat lantaran hanya ada calon tunggal ketua umum. Dalam sidang tersebut, seluruh peserta menghendaki pemilihan dilakukan secara mufakat.

“Pada proses ini, peserta sidang secara aklamasi menetapkan Djoko Pekik sebagai ketua umum,” ungkapnya. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help