DIY

Meski Ada Kenaikan Harga, Stok Pangan DIY Jelang Puasa Dipastikan Aman

Kondisi harga beberapa komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di Yogyakarta, masih cenderung stabil.

Meski Ada Kenaikan Harga, Stok Pangan DIY Jelang Puasa Dipastikan Aman
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Suasana jumpa pers terkait pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di kabupaten-kota DIY menjelang Ramadhan, oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, di Ruang Media, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepanjang 7-11 Mei 2018, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta, guna melihat kondisi ketersediaan stok dan pergerakan harga kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Sugeng Purwanto, mengatakan bahwa pemantauan dilakukan di Pasar Argosari Gunungkidul, Pasar Wates Kulonprogo, Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Pasar Godean Sleman dan Pasar Bantul.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan TPID DIY bersama TPID Kabupaten dan Kota tersebut, tambahnya, diperoleh informasi bahwa secara umum, kondisi harga beberapa komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di Yogyakarta, masih cenderung stabil.

"Namun, terdapat beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga, yang masih dalam batas ambang kewajaran," katanya, saat jumpa pers di Ruang Media, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/5/2018).

Sugeng menuturkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan hingga di atas 10 persen antara lain, bawang putih kating dan sincau, bawang merah besar, daging ayam kampung, telur ayam boiler, cabe merah keriting, cabe rawit hijau, serta bawal tawar.

"Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas bawang putih sincau, yakni mencapai 41,67 persen, di Pasar Beringharjo. Sedangkan di pasar lain, kenaikannya sekitar hanya 15-20 persen," tuturnya.

Masih tingginya harga bawang putih kating, jelas Sugeng, dikarenakan komoditas tersebut merupakan produk impor, yang tidak tersedia di Indonesia, serta mengalami peningkatan permintaan. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved