PSIM Yogyakarta

Menang di Kandang Persegres, Jadi Modal Berharga PSIM Yogya Lecut Mental Laskar Mataram

Hasil tersebut diakui Bona juga sebagai pelecut mental para penggawa menatap pertandingan berikutnya

Menang di Kandang Persegres, Jadi Modal Berharga PSIM Yogya Lecut Mental Laskar Mataram
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Penggawa PSIM Yogyakarta berfoto sebelum laga uji coba melawan Persik Kendal di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (15/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelatih PSIM Yogya, Bona Simanjuntak mengaku sangat bersyukur Hendika Arga dkk mampu meraih kemenangan perdana di kandang Persegres 3-2 dalam lanjutan Liga 2 2018 pekan keempat di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (10/5/2018).

Perjuang pantang menyerah Laskar Mataram berbuah hasil manis.

Selain memangkas defisit poin menjadi -4, hasil tersebut diakui Bona juga sebagai pelecut mental para penggawa menatap pertandingan berikutnya di kompetisi.

"Hasil ini semoga dapat mendokrak mental para pemain menghadapi sanksi pengurangan poin yang memang memberatkan buat kami. Tapi saya selalu sampaikan pada pemain, supaya kami bikin hal yang lebih luar biasa lagi. Bila kami bisa lewati, itu justru luar biasa," kata Bona menanggapi kemenangan dramatsi timnya dari Laskar Joko Samudro, Kamis (10/5/2018).

Bona pun mengaku keberhasilan timnya menorehkan kemenangan di laga tersebut tidak lepas dari kematangan anak asuhnya memanfaatkan peluang sekecil apapun yang didapat.

"Kami sebenarnya banyak menunggu di area pertahanan, dan meninggalkan beberapa pemain untuk tetap di depan. Jadi kami memang terapkan strategi serangan balik," kata Bona.

Hal tersebut memang terbukti tepat, PSIM Yogya mampu mencuri gol terlebih dulu melalui Ismail Haris memanfaatkan umpan cantik Eeng Supriyadi (13'), Hendika Arga (67'), dan gol penentu kemenangan dari Fachri Muslim pada injury time.

Meski puas dengan penampilan anak asuhnya, bukan berarti PSIM Yogya tanpa celah.

Menurut Bona, anak asuhnya masih lemah dalam antisipasi serangan yang berawal dari skema bola mati dan umpan-umpan menyilang di depan gawang.

Terbukti, dua gol yang bersarang di gawang Ivan Febrianto keduanya melalui skeman bola mati yang diumpan dari samping ke area kotak penalti.

"Proses gol Persegres semua dari serangan bola mati. Ini menjadi bahan evaluasi kami setibanya di Yogya nanti, karena memang dari masa persiapan kami belum mengantisipasi hal tersebut," pungkas Bona. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help