Sains

Peluncuran ke Bulan Tetap Dilakukan Meski Debu Bulan Tiruan Merusak DNA

Kabar terbaru NASA berniat untuk mengirim manusia ke bulan lagi dalam waktu dekat dengan misi mempelajari debu bulan.

Peluncuran ke Bulan Tetap Dilakukan Meski Debu Bulan Tiruan Merusak DNA
kompas.com
Pendaratan di permukaan bulan 

TRIBUNJOGJA.COM - Debu bulan yang tersebar di mana-mana menjadi salah satu tantangan terberat saat NASA mendaratkan manusia ke bulan pertama kali pada 1960-an.

Debu bulan ini tak hanya merusak pakaian para astronot, namun juga mengganggu boks kedap udara milik NASA.

Kabar terbaru NASA berniat untuk mengirim manusia ke bulan lagi dalam waktu dekat dengan misi mempelajari debu bulan.

Sebelum hal itu terjadi, studi yang terbit di GeoHealth bulan lalu mengungkap debu bulan tiruan bikinan ilmuwan memiliki efek buruk saat diuji ke sel manusia dan tikus.

Dikatakan, debu bulan dapat membunuh sel dan merusak DNA.

Baca: 33 Juta Orang Bisa Terbunuh dalam 6 Bulan Karena Pandemi Baru

Sebagai catatan, debu bulan tiruan bikinan ilmuwan tidak sama dengan debu bulan asli.

Sebab itu, debu bulan tiruan mungkin bukan cerminan yang akurat untuk menggambarkan risiko pendaratan di bulan nanti.

Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan oleh para ilmuwan.

Sebab itu, ilmuwan membuat lima resep berbeda untuk melapisi pangkalan mereka agar terhindar dari risiko debu bulan.

Hingga melakukan pendaratan di bulan, ini adalah cara terbaik yang dilakukan para ilmuwan untuk menilai risiko debu bulan.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved