Home »

DIY

» Bantul

Bantul

Wabup: Sungai di Bantul Sedang Mencari Keseimbangan

Banjir Bantul 28 November 2017 sampai saat ini masih menyisakan masalah berupa kerusakan lingkungan yang masif.

Wabup: Sungai di Bantul Sedang Mencari Keseimbangan
IST
Wabup Bantul, Abdul Halim Muslih saat mendatangi lokasi erosi sungai di daerah Bendo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Banjir Bantul 28 November 2017 sampai saat ini masih menyisakan masalah berupa kerusakan lingkungan yang masif.

Puluhan kilometer tepian sungai di wilayah ini diketahui mengalami erosi. Celakanya, penanganan tak bisa dilakukan secara instan.

Erosi atau pengikisan tanah akibat gerusan aliran sungai ini mengenai lahan pertanian seperti daerah Selopamioro maupun Sriharjo, Imogiri.

Sebagian merusak lahan perorangan untuk pemukiman.

Di beberapa lokasi, bahkan gerusan mengakibatkan tanah makam tergerus sebagian.

Pemkab Bantul sudah bergerak, dengan mendata titik tepian sungai mana saja yang mengalami kerusakan sesaat setelah banjir lalu.

Hasilnya, didapat 35 usulan perbaikan tepian sungai tersebar di 19 titik yang dilewati sungai Oya, Progo, Gajahwong, Opak dan Bedog.

Baca: Wabup Bantul Tinjau Lokasi Erosi Sungai di Imogiri

Sebanyak 35 usulan ini diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 200 miliar.

"Masih akan bertambah, sampai saat ini masih ada usulan perbaikan," ujar Yitno selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Selasa (8/5/2018).

Perbaikan yang diajukan DPUPKP ini berupa pemasangan tanggul darurat seperti bronjong.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help