Bantul

Legislatif Dorong Pemkab Bantul Maksimalkan Pengelolaan Pasar Tradisional

Bupati Bantul berkeinginan untuk menerapkan sistem zonasi sebagai bagian dari klausul Perda Toko Modern.

Legislatif Dorong Pemkab Bantul Maksimalkan Pengelolaan Pasar Tradisional
net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pihak Legislatif mendorong agar Pemkab Bantul berupaya memaksimalkan penataan pasar tradisional.

Hal ini dilakukan, agar pamor pasar tradisional terangkat dan justru bisa menjadi saingan berat bagi toko modern yang berpotensi berdiri di Bantul.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Bibit Rustamto mengatakan, upaya DPRD mendorong Pemkab melakukan penataan Pasar Tradisional ini tertuang dalam Perda Toko Modern.

"Dalam Perda itu intinya kami ingin melindungi pasar tradisional," kata Bibit, Sabtu (5/5/2018).

Pria yang sebelumnya menjadi Ketua Pansus Toko Modern dari DPRD Bantul itu berujar, fenomena pasar tradisional yang selama ini dituntut bisa bersaing dengan toko modern seharusnya dibalik menjadi toko modern yang dituntut bisa bersaing dengan pasar tradisional.

Hanya saja, ia mengamini jika pasar tradisional di Bantul untuk saat ini belum sepenuhnya siap medapat saingan dari Toko Modern ini.

Melalui Perda itulah, Dewan mendorong Pemkab memaksimalkan kualitas Pasar Tradisional terlebih dahulu agar bisa menjadi pesaing toko modern.

"Banyak yang bisa dilakukan Pemda Bantul. Misalnya dengan membentuk perusahaan daerah yang memfasilitasi pedagang pasar supaya mendapat barang-barang dijual dengan harga murah. Juga dengan memaksimalkan fasilitas di pasar tradisional itu sendiri," kata Bibit.

Dijelaskan bibit, saat ini pembahasan Perda Toko Modern sedang menunggu rekomendasi dan pengesahan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Nantinya, apapun keputusan Gubernur, mau tak mau Pemkab Bantul dan Legislatif harus menerimanya di menjalankannya.

Sebelumnya, di kesempatan yang berbeda, Bupati Bantul berkeinginan untuk menerapkan sistem zonasi sebagai bagian dari klausul Perda Toko Modern.

Melalui sistem zonasi ini maka syarat pendirian toko modern harus berada di radius lebih dari 3 kilometer tidak berlaku di semua wilayah Bantul.

Bupati Suharsono mencontohkan jika beberapa titik strategis wilayah Bantul seperti Ringroad maupun Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) seharusnya bisa didirikan toko modern.

"Karena lokasi tersebut strategis. Kalau siap pasar tradisional. Kami sudah rutin melakukan penataan tiap tahun," kata Suharsono. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help