Bantul

Kunjungan di Kebonagung, Menteri Rini Tak Kuat Berdiri, Menahan Lapar

Menteri Rini terlihat langsung terduduk usai berdiri memberi sambutan di hadapan mayoritas petani.

Kunjungan di Kebonagung, Menteri Rini Tak Kuat Berdiri, Menahan Lapar
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno terduduk menahan lapar usai memberi sambutan saat kunjungan di Kebonagung, Imogiri, Bantul, Sabtu (5/5/2018) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Tingkah lucu terjadi ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kunjungan kerja di Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, Sabtu (5/5/2018) sore.

Menteri Rini terlihat langsung terduduk usai berdiri memberi sambutan di hadapan mayoritas petani.

Ia mengaku lemas tak kuat berdiri karena kelaparan, belum makan siang.

"Maaf ya saya harus duduk. Karena saya harus jujur, saya itu nggak kuat berdiri karena belum makan siang. Saya dari tadi nungguin (panitia) makan siang, tapi kok nggak ada," kata Rini Soemarno, sembari duduk.

Sontak saja, pengakuan Menteri Jokowi ini membuat semua tak kuasa menahan tawa.

Sebelumnya diketahui, Rini Soemarno datang di Desa Kebonagung, Imogiri, pukul 15.50 WIB.

Bersama rombongan, ia kemudian langsung turun ke pematang sawah untuk melakukan panen padi milik Ngatijo, petani Kebonagung.

Selain memotong batang padi secara manual menggunakan arit, ia juga menyempatkan diri menggunakan mesin panen padi.

Namun, tak berlangsung, usai mencoba mesin, ia kemudian bergegas menuju tenda.

Dalam sepenggal sambutannya, Rini Soemarno mengatakan, satu cara dalam upaya mewujudkan peningkatan ketahanan pangan Indonesia adalah dengan cara lebih agresif untuk menyerap gabah dari para petani.

"Bulog melakukan serap gabah, bekerja sama dengan BUMN yang lain. Kalau dulu Bulog beli ke petani dalam bentuk beras, sekarang metodenya serap gabah (sergab)," ungkapnya.

Ia berharap dengan metode serap gabah yang dilakukan Bulog bersama BUMN lainnya dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

"Diharapkan ketahanan pangan dapat terwujud. Para petani juga mendapat keuntungan dari harga jual yang sesuai," jelasnya. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help