Bantul

Bulog Pastikan Stok Pangan Selama Ramadan dan Lebaran Aman

Lonjakan harga menjelang bulan Ramadan dan mendekati perayaan Idul Fitri menjadi fokus utama hal yang perlu diwaspadai.

Bulog Pastikan Stok Pangan Selama Ramadan dan Lebaran Aman
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Direktur utama Bulog, Komjen (purn) Budi Waseso. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Dalam hitungan hari lagi bulan Ramadan akan tiba.

Sudah menjadi kebiasaan ketika bulan puasa datang, konsumsi pangan masyarakat akan jauh semakin meningkat.

Akibatnya, kelangkaan stok bahan kebutuhan pokok menjadi problem yang selalu muncul ketika bulan puasa dan lebaran tiba.

Menyikapi akan hal itu, Direktur utama Bulog, Komjen (purn) Budi Waseso, mengatakan stok selama bulan Ramadan dan lebaran tahun 2018 ini dipastikan aman.

"Stok (lebaran) aman. Hari ini kita lihat sendiri kan. Stok impor juga banyak. Bulan puasa dan lebaran (stok pangan) aman," kata Budi Waseso, saat kunjungan kerja Gerakan stabilisasi harga pangan di Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, Sabtu (5/5/2018).

Ia menuturkan lonjakan harga menjelang bulan Ramadan dan mendekati perayaan Idul Fitri menjadi fokus utama hal yang perlu diwaspadai.

Apalagi, menurut Buwas, sapaannya, pihaknya mencium adanya kartel-kartel yang biasa memainkan harga beras.

"Kami butuh bantuan masyarakat, jika mengetahui hal-hal seperti itu segera lapor ke polisi ataupun Kodim yang ada," tegasnya.

Untuk meyakinkan dan memastikan bahwa stok kebutuhan pangan dua bulan ke depan aman, terutama beras.

Bulog berencana akan menyuplai beras di toko-toko kelontong yang ada di pasar-pasar tradisional.

"Kami ingin memastikan bahwa stoknya aman, harganya stabil dan terjangkau. Pokoknya lebaran stok pangan terutama beras aman banget deh. Hanya sistem yang perlu diwaspadai," ungkapnya.

Ia mengaku sebagai Direktur Utama Bulog yang baru akan mengganti sistem yakni dengan tidak akan menggelontorkan operasi beras curah.

Namun, akan diganti menjadi beras kemasan.

"Ini saya lakukan untuk menghindari adanya mafia yang melakukan penimbunan beras. Kami ganti beras curah menjadi beras kemasan, supaya terjamin tidak dicampur," terangnya. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help